Dark
Light
Dark
Light

Anggaran Militer China Naik 7,2 persen, Antisipasi Konflik LCS dan Taiwan?

Anggaran Militer China Naik 7,2 persen, Antisipasi Konflik LCS dan Taiwan?

Arina.id -- Anggaran belanja militer atau pertahanan pemerintah China naik hingga 7,2 persen pada 2025. Jumlah tersebut mencapai 1,78 triliun yuan atau sekira Rp4,05 kuadriliun.

Tambahan anggaran jumbo tersebut memantik kekhawatiran bahwa Negeri Tirai Bambu tengah bersiap menghadapi konflik Laut China Selatan (LCS). China juga punya ambisi merebut kembali Taiwan, yang selama ini dianggap sebagai provinsi yang membangkang.

Menurut laporan kinerja dan anggaran pemerintah pusat dan daerah di China, disebutkan bahwa belanja pertahanan nasional mencapai 1,78 triliun yuan atau naik 7,2 persen. Sementara tahun lalu anggaran militer mereka berjumlah 1,66 triliun yuan.

Li Qiang selaku Perdana Menteri China mengungkapkan bahwa pemerintahannya perlu menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Hal tersebut di antaranya dengan melakukan modernisasi sistem dan kapasitas pertahanan.

"Kami akan menjaga keamanan nasional dan stabilitas sosial. Kami akan sepenuhnya menerapkan pendekatan holistik terhadap keamanan nasional, meningkatkan lembaga dan mekanisme untuk menjaga keamanan nasional dan memodernisasi sistem dan kapasitas keamanan nasional China," kata PM Li Qiang ketika membuka Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, Rabu (5/2/2025), dikutip dari Antaranews.

"Kami akan meningkatkan pelatihan militer dan kesiapan tempur, mempercepat pengembangan kemampuan tempur baru, dan membangun kerangka militer modern dengan karakteristik China sehingga dapat dengan kuat menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China," lanjutnya.

Li Qiang juga menegaskan pemerintah China bakal mnyelesaikan rangkaian tugas yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-14. Termasuk di antaranya memperkuat militer, mengintensifkan pelaksanaan proyek-proyek besar terkait pertahanan, serta mempercepat pengembangan sistem informasi jaringan.

"Kami akan melakukan upaya terkoordinasi untuk mempromosikan reformasi sipil militer, menyempurnakan kerangka kerja dan tata kelola ilmu pengetahuan, teknologi dan industri terkait pertahanan serta meningkatkan mekanisme kerja untuk mengembangkan strategi nasional maupun kemampuan strategis yang terpadu," tambah PM Li.

Sidang tahunan National Peoples Congress (NPC) merupakan rangkaian sidang parlemen di China, yang tahun ini berlangsung 4-11 Maret 2025. Sidang tersebut bertujuan mengkaji laporan kerja pemerintah pusat 2024, serta menetapkan rencana kerja 2025.


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo