Dark
Light
Dark
Light

Pertemuan Ormas di Istana, Gus Yahya: Kami Titip Pemerintah Tak Terbawa Arus Rugikan Palestina

Pertemuan Ormas di Istana, Gus Yahya: Kami Titip Pemerintah Tak Terbawa Arus Rugikan Palestina

Jakarta, Arina.id—Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan 16 organisasi kemasyarakatan Islam, Pimpinan Pondok Pesantren, hingga tokoh Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/2).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik yang dibahas bergabungnya Indonesia ke dewan perdamaian atau board of peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa organisasi-organisasi Islam menitipkan pesan agar pemerintah tidak terbawa dinamika yang justru berpotensi merugikan rakyat Palestina. 

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Bapak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," kata Yahya dikutip dari kanal youtube Sekretariat Presiden RI.

Menanggapi hal itu, Presiden menegaskan bahwa setiap kebijakan akan dijalankan secara hati-hati dengan komitmen kuat untuk melindungi dan membantu Palestina.

"Dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina," tutur Gus Yahya.

Menurutnya, pada tataran nilai, semua pihak dalam pertemuan itu sepakat menolak penjajahan dan komitmen  memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa merupakan amanat proklamasi. 

"Sementara pada tataran prinsip lain, semua pihak sepakat Indonesia harus membantu, membela, dan memperjuangkan Palestina sampai merdeka," jelasnya.

Perwakilan ormas yang datang juga mendapat penjelasan tentang peluang-peluang yang tersedia agar Indonesia bisa secara lebih konkret dan progresif mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina.

"Termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika, yaitu Board of Peace ini," ujarnya. 

Ketua MUI, Anwar Iskandar menambahkan bahwa melalui BoP atau Dewan Perdamaian Prabowo berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat.

"Komitmen beliau akan berjuang melalui Dewan Perdamaian ini untuk membantu penderitaan orang Palestina di Gaza. Dan untuk itu, maka beliau melalui organisasi ini bekerja sama dengan negara-negara Islam yang lain untuk berjuang demi perdamaian dunia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Laznah Tanfidziyah Sarekat Islam, Hamdan Zoelva menilai jika bergabungnya Indonesia dengan BoP adalah keputusan tepat. Karena jika berada di luar organisasi ini, Indonesia tidak akan bisa berbuat banyak untuk membantu Palestina.

Namun, sesuai dengan kesepakatan berbagai ormas Islam ini, Prabowo disebut setuju untuk mundur dari keanggotaan BoP apabila tidak mencapai hasil terbaik.

"Tentu sikap presiden juga cukup bagus. Kalau tidak setuju dengan sikap atau langkah BoP, boleh tarik diri, setiap saat juga bisa tarik diri," Hamdan menambahkan.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo