Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada Rabu (23/9/2026). Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut.
Prakirawan BMKG Adelia Febby mengatakan, angin di wilayah Indonesia umumnya bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot. Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.
“Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera, kemudian Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Adelia dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG yang berlaku untuk Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.
BMKG juga mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob di pesisir Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah Kalimantan. Masyarakat pesisir diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan pasang air laut.
“Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan pasang air laut,” kata Adelia.
Cuaca Kering Masih Mendominasi
Di tengah potensi gelombang tinggi, BMKG menyebut kondisi cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan lebat hingga petir tetap berpotensi terjadi secara lokal.
Adelia menjelaskan, saat ini terdapat sirkulasi siklonik atau pusaran angin di Samudra Pasifik Utara Papua dan pesisir selatan Vietnam. Kondisi tersebut menyebabkan pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah, mulai Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan utara Maluku Utara dan Papua.
Kondisi tersebut, kata dia, dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Pontianak dan Tanjung Selor. Hujan sedang berpotensi terjadi di Medan, sedangkan hujan ringan diprakirakan turun di Padang, Pekanbaru, Pangkalpinang, Serang, dan Bandung.
Selain itu, udara kabur berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan serta Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur.
Sementara di Indonesia bagian timur, hujan sedang berpotensi terjadi di Nabire. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya. Adapun udara kabur berpotensi terjadi di Sorong dan Manokwari.
BMKG mengingatkan masyarakat bahwa meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Editor: Kendi Setiawan


