Dark
Light
Dark
Light

Perang Sudan, Paus Leo Serukan Gencatan Senjata dan Akses Bantuan

Perang Sudan, Paus Leo Serukan Gencatan Senjata dan Akses Bantuan

Jakarta, Arina.id — Dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata segera di Sudan. Ia mendesak komunitas internasional untuk melakukan intervensi, membuka koridor kemanusiaan, dan mengirimkan bantuan bagi jutaan warga yang terjebak di tengah perang.

"Dengan duka yang mendalam, saya mengikuti berita tragis yang datang dari Sudan, khususnya dari kota El-Fasher di wilayah Darfur Utara yang dilanda bencana," ujar Paus Leo, dikutip dari Associated Press, Selasa, 4 November 2025.

Paus mengecam kekerasan tanpa pandang bulu terhadap perempuan dan anak-anak, serangan terhadap warga sipil tak bersenjata, serta hambatan serius terhadap aksi kemanusiaan. Ia menyerukan masyarakat internasional untuk turun tangan memberikan bantuan dan dukungan nyata bagi korban perang.

Menurut laporan terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC), lebih dari 21 juta orang di seluruh Sudan menghadapi tingkat kerawanan pangan akut menjadikannya salah satu krisis pangan terbesar di dunia saat ini.

Analisis IPC menunjukkan kelaparan masih melanda wilayah El-Fasher (Darfur Utara) dan Kadugli (Kordofan Selatan). Banyak keluarga di sana bertahan hidup hanya dengan memakan dedaunan, pakan ternak, atau rumput.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan, sejak awal November, lebih dari 1.200 warga Sudan mengungsi dari kota Bara dan Umm Ruwaba di Kordofan Utara, sementara 360 orang lainnya melarikan diri dari Al-Abbasiya dan Delami di Kordofan Selatan akibat memburuknya situasi keamanan.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pertempuran yang terus berlangsung telah menimbulkan penderitaan luas, termasuk laporan mengenai eksekusi dan kekerasan seksual. Warga sipil di kota El-Fasher masih terjebak dan terisolasi setelah pengambilalihan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

"Lebih dari seminggu setelah pengambilalihan oleh RSF, kota ini masih terisolasi dan warga sipil tidak bisa keluar," kata juru bicara PBB, Farhan Haq, dalam konferensi pers di New York.

Pada Selasa 04 NNovember 225, pengiriman bantuan kemanusiaan dilaporkan masih diblokir oleh RSF bertentangan dengan kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebut hambatan itu “tidak dapat diterima” dan menuntut akses segera bagi warga yang terperangkap di El-Fasher.

Konflik yang meletus sejak 15 April 2023 antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan RSF telah menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan. RSF baru-baru ini menguasai kota Bara dan El-Fasher di Darfur Utara, yang diduga disertai pembantaian terhadap warga sipil. Organisasi lokal dan internasional memperingatkan bahwa situasi ini dapat memperkuat pemisahan geografis Sudan.

Krisis kemanusiaan yang terjadi kini diperparah oleh perubahan iklim dan bencana alam, dari kekeringan parah hingga banjir bandang, yang mendorong masyarakat ke ambang kehancuran.

PBB mencatat, lebih dari 12,4 juta orang telah mengungsi di dalam negeri, sementara 3,3 juta lainnya melarikan diri ke negara tetangga. Sekitar 15 juta anak kini membutuhkan bantuan kemanusiaan di Sudan nyaris dua kali lipat dari tahun sebelumnya.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo