Arina.id — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyatakan akan sangat berbahaya bagi semua orang jika Amerika Serikat memutuskan terlibat aktif mendukung Israel dalam konflik militer dengan Iran.
Ia menyebut sekarang ini Iran sedang membela haknya terhadap tindakan agresi yang dilancarkan Israel tanpa alasan yang sah dan dengan cara yang sangat brutal, di mana ketika negaranya sedang berunding dengan Washington terkait tuduhan atas program nuklir.
"Semua orang tahu kami sedang bernegosiasi dengan Amerika. Dan seharusnya kami bertemu untuk putaran keenam pada 15 Juni. Lalu tiba-tiba Israel memutuskan untuk menyerang kami pada 13 Juni, hanya dua hari sebelum negosiasi," ujar Araghchi kepada wartawan di Istanbul dalam perjalanan pulang selepas berbicara di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Sabtu (21/6/2025).
Dilansir dari The Guardian, Araghchi benar-benar menyayangkan jika militer Amerika turut perang karena akan mengubah konflik ini menjadi kekacauan yang semakin kompleks, dan perundingan dengan Iran bisa berantakan.
"Saya tidak bisa pergi berunding dengan Amerika ketika rakyat kami dibombardir Israel dengan dukungan Amerika," katanya melanjutkan.
Sekalipun Presiden Amerika, Donald Trump menyatakan baru akan memutuskan dua pekan mendatang apakah akan bergabung dengan Israel atau tidak, Araghchi memprediksi jika Paman Şam sudah pasti akan terlibat secara penuh.
"Kita sampai pada kesimpulan bahwa Amerika telah melakukan agresi sejak awal. Sayangnya, kami telah mendengar bahwa AS mungkin bergabung dalam agresi ini. Dan itu sangat disayangkan, dan saya pikir itu akan sangat-sangat berbahaya bagi semua orang," pungkas Araghchi
Sementara itu, Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR mengatakan sejak Sabtu pagi intensitas serangan kedua negara telah memicu perpindahan penduduk di Israel maupun Iran.
Beberapa orang dari Teheran dan wilayah lain di Iran telah menyeberang ke negara-negara tetangga. Sementara, sebagian pendudukan Israel terus mencari perlindungan dan dalam beberapa kasus sudah lari ke luar negeri.
Menurut Associated Press (AP), UNHCR mendesak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk menghormati hak orang-orang yang mencari perlindungan keamanan dan memberikan fasilitas kemanusiaan.
Editor: Muhammad Taufiq


