Dark
Light
Dark
Light

Panitia Siapkan Simulasi SSE UM-PTKIN 2026 untuk Minimalkan Kendala Teknis Ujian

Panitia Siapkan Simulasi SSE UM-PTKIN 2026 untuk Minimalkan Kendala Teknis Ujian

Jakarta, Arina.id—Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd Aziz, menegaskan pada pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) menyiapkan sejumlah inovasi, salah satunya simulasi ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) sebelum pelaksanaan tes berlangsung.

Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dilaksanakan secara luring di titik lokasi ujian pilihan peserta. Dengan sistem ini, pelaksanaan menjadi paperless, lebih efisien dan akurat, berbasis teknologi, menjunjung prinsip adil, transparan.

"Ke depan sebelum ujian di perguruan tinggi akan ada simulasi ujian SSE untuk membantu kesiapan teknis peserta sebelum pelaksanaan," ujar Abd Aziz dalam Konferensi Pers Pendaftaran UM PTKIN di Hotel Platinum Jakarta, Rabu (13/5).

Menurutnya, simulasi tersebut akan dijadwalkan secara khusus agar calon peserta dapat memahami mekanisme ujian dan meminimalkan kendala teknis saat hari pelaksanaan.

"Panitia juga memperhatikan ketepatan data calon mahasiswa PTKIN di bawah naungan Kementerian Agama agar proses seleksi berjalan lebih baik dan terintegrasi," kata Aziz. 

Selain itu, peserta difabel juga akan mendapatkan fasilitas simulasi serta dukungan khusus, baik dari sisi sistem maupun pelaksanaan ujian.

"Peserta difabel akan difasilitasi mulai dari sistem hingga pelaksanaan tesnya,” katanya.

Prof Aziz menuturkan, hampir di setiap perguruan tinggi Islam selalu terdapat pendaftar dari kalangan berkebutuhan khusus, meskipun jumlahnya tidak banyak.

"Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi calon mahasiswa berkebutuhan di perguruan tinggi Islam. Salah satu contohnya yang sudah sangat baik ada di UIN Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Forum Pimpinan PTKN, Martin Kustati mengatakan alumni PTKN saat ini mampu bersaing di berbagai bidang di luar lingkungan pendidikan keagamaan karena memiliki keunggulan integrasi ilmu umum dan nilai keislaman.

Saat ini PTKIN telah berkembang sangat pesat. Program studinya tidak hanya keagamaan, tetapi juga mencakup bidang teknologi, ekonomi, pendidikan, komunikasi, kesehatan, hukum, hingga bisnis digital.

"Lulusan PTKIN tidak hanya berprofesi sebagai guru atau tenaga madrasah, tetapi juga berkiprah di bidang pemerintahan, diplomasi, hingga jurnalistik," jelasnya.

Artinya, kuliah di PTKIN bukan membatasi masa depan anak, tetapi justru membuka peluang yang luas dengan pondasi moral yang kuat. 

Selain itu, biaya pendidikan di PTKIN relatif lebih terjangkau dengan banyak pilihan beasiswa, mulai dari KIP Kuliah, beasiswa prestasi, hingga bantuan pendidikan lainnya.

"Kami memahami bahwa pendidikan adalah investasi besar bagi keluarga, sehingga PTKIN hadir memberikan akses pendidikan berkualitas yang tetap ramah bagi masyarakat," jelasnya.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo