Jakarta, Arina.id—Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI meskipun baru lahir langsung menjalankan tugas dengan baik.
"Pelaksanaan ibadah haji setelah dipegang oleh Kemenhaj sudah tidak ada lagi permasalahan yang perlu dirisaukan calon jemaah haji," kata Wachid dalam agenda Bimbingan Manasik Haji Nasional 1447 Hijriah di UPT Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Misalnya dalam pembiayaan haji, Wachid menyebut biaya haji tahun ini paling murah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Saya sebagai Ketua Panja Haji yang menghitung biaya haji, yang juga mendapatkan amanah daripada Presiden Prabowo Subianto, haji tahun ini paling murah di antara tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Ia mencontoh biaya penyelenggaraan ibadah haji di negara tetangga, Malaysia, yang sering disebut lebih murah daripada biaya haji di Indonesia.
"Haji di Malaysia yang reguler masih di atas 100 juta. Tapi Bapak, Ibu, kami putuskan dengan kerja sama Menhaj (Gus Irfan), bisa menurunkan biaya haji menjadi Rp 89 juta," tuturnya.
Pemerintah telah menetapkan besaran biaya haji tahun 2026 M/1447 H sebesar Rp87,4 juta. Angka ini mengalami penurunan sekitar Rp2 juta dibandingkan biaya haji tahun sebelumnya.
Berdasarkan keputusan bersama antara Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI, total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.365,45. Dari jumlah tersebut, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayarkan langsung oleh jamaah adalah Rp54.193.806,58.
Sementara itu, selisih sebesar Rp33,21 juta akan ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui nilai manfaat dana haji.
Editor: Suci


