Arina.id-Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya berada dalam "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat (AS) dan menyatakan siap menerima dampak dari konflik tersebut. Hal itu disampaikan Pezeshkian ketika negaranya terus dibombardir AS.
"Kenyataannya adalah bahwa hari ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," kata Pezeshkian, menambahkan bahwa "kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," katanya, Senin 20 Juli 2026.
"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," kata presiden Iran dalam pertemuan di Teheran dengan pejabat peradilan, seperti dilaporkan Arabnews.com.
"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial, dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah diciptakan rakyat untuk mendukung negara dapat rusak."
Pada bulan Juni, inflasi di Iran meningkat tajam akibat perang, mencapai puncak hampir 90 persen tahun-ke-tahun (years to years). Sementara angta untuk bulan Juli belum tersedia.
Pada akhir Desember, gerakan protes yang awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup dengan cepat berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas, kemudian memuncak pada 8 dan 9 Januari. Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian dan mengaitkan kekerasan itu dengan "tindakan teroris" yang diatur oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu Amerika Serikat kembali mengebom Iran pada malam ke-11 secara berturut-turut pasca negosiasi damai beberapa waktu lalu. Pengeboman ini dilakukan ketika Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan biaya perang telah mencapai USD 37,5 miliar.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus melempar provokasi perangnya dengan mengancam akan menyerang situs nuklir Iran yang dicurigai disebut sebagai Pickaxe Mountain. Ancaman itu mendorong Teheran bersiap siaga di kawasan tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Iran ini, mediator damai juga terus meningkatkan upaya untuk mengakhiri permusuhan saat Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Asim Munir, di Islamabad.
Trump bertemu dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan berjanji untuk menengahi perdamaian dengan Israel, tetapi tidak akan mengatakan kapan pasukan Israel bisa menarik diri dari Lebanon selatan.
Editor: Muhammad Taufiq


