Dark
Light
Dark
Light

Selain Perkuat Layanan Masyarakat, Muslimat NU Juga Harus Perluas Jejaring Internasional

Selain Perkuat Layanan Masyarakat, Muslimat NU Juga Harus  Perluas Jejaring Internasional

Jakarta, Arina.id - Pengurus Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2025-2030 segera dilantik. Saat ini sebanyak 125 calon pengurus tersebut sedang menjalani masa orientasi kepengurusan di Hotel Swissbell Kalibata Jakarta, Minggu 4 Mei 2025.

Orientasi para pengurus badan otonom Organisasi Nahdlatul Ulama tersebut dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Ketua PP Muslimat anyar periode 2025-2030, Arifatul Choiri Fauzi yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Di sela pembukaan acara, Arifah meminta kepengurusan Muslimat--organisasi muslimah terbesar di dunia--yang baru nanti terus mengabdi dan berkhidmat pada organisasi dengan terus memupuk kemanfaatan bagi umat.

"Mari kita bersama-sama mengabdi dan berkhidmat pada organisasi perempuan terbesar dunia, yaitu Nahdlatul Ulama. Juga mari kita sama-sama membangun kemanfaatan untuk umat," kata Arifah dalam pembukaannya.

Sementara itu, Khofifah Indarparawansa selaku Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat menyampaikan motivasinya kepada para pengurus. Menurut dia, saat ini penting membangun equal treatment, yaitu perlakuan sama dalam menguatkan Muslimat. 

"Dalam kepengurusan, begitu banyak tokoh, termasuk tokoh yang sudah dikenal internasional. Namun kita sama-sama membangun ekspresi untuk penguatan Muslimat, dengan saling memberikan support satu sama lain, pembelajaran satu sama lain," ujarnya.

Tokoh nasional yang pada April 2022 lalu masuk dalam daftar "Enam Perempuan Hebat Masa Kini" versi Her World tersebut juga menyampaikan pesan tentang spirit go-internasional.

"Kita harus meng-update jejaring internasional kita. Salah satu cara mewujudkannya adalah bagaimana kita mem-publish dan meng-ekspose kegiatan kita, ini sebagai bentuk syiar. Bagaimana kita syiar teladan yang positif bagi orang lain. Ini bukan riya atau pamer, melainkan kita publish agar  menjadi referensi bagi yang lainnya sehingga Muslimat NU semakin ter-upgrade secara internasional."

Ia melanjutkan, "tidak masalah jika kita memiliki ide atau gagasan program extraordinary, karena kita melihat kebutuhan global. Maka itu manfaatkan peluang dengan memberikan rekomendasi strategis  saat Rakernas nanti, bangun partnership dan mari kita sinergi ke dalam banyak lini."

Karena hingga saat ini, kata dia, Muslimat semakin berkembang pesat. Keanggotaan Muslimat NU juga terus tumbuh tembus 36 juta orang. Pengembangan berbagai program, pendidikan misalnya; saat ini jumlah TK, TPQ, dan RA binaannya semakin banyak. 

Bukan hanya memberikan motivasi go internasional, Khofifah juga menyampaikan pentingnya persiapan kader menjadi paralegal sebagai bentuk pemberdayaan kader yang sekaligus komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak.

"Kita harus secara nyata menjaga komitmen perlindungan perempuan dan anak, salah satunya persiapan kader sebagai paralegal maupun pra paralegal. Bagaimana kader di tengah masyarakat melakukan advokasi terhadap perempuan dan anak  yang menjadi korban kekerasan, dan sekaligus berperan melindungi anak-anak dari tindakan bullying melalui upaya restorative justice."


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo