Dark
Light
Dark
Light

Serang Rusia Pakai ATACMS, Ukraina Direstui Biden tapi Dikecam Trump

Serang Rusia Pakai ATACMS, Ukraina Direstui Biden tapi Dikecam Trump

Jakarta, Arina.id - Sikap bertolak belakang ditunjukkan Joe Biden dan Donald Trump terhadap penggunaan rudal jarak jauh ATACMS oleh Ukraina untuk menyerang Rusia. Biden memang sudah purna tugas sebagai presiden Amerika dan digantikan oleh Trump sebagai presiden terpilih saat ini.

Kemarin, Kamis 12 Desember 2024, Trump terang-terangan menentang penggunaan ATACMS untuk menyerang lebih dalam wilayah Rusia. Menurut dia, hal itu justru tidak akan menyelesaikan masalah, dan malahan bisa menyebabkan eskalasi konflik menjadi semakin besar.

“Saya sangat tidak setuju dengan pengiriman rudal ratusan mil ke Rusia. Mengapa kami melakukan hal itu? Karena hanya akan meningkatkan (eskalasi) perang ini dan memperburuknya,” Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Majalah Time kemarin.

Trump memilih akan menggunakan bantuan Amerika untuk Ukraina dalam hal-hal yang bersifat kesepakatan-kesepakatan damai, bukan untuk perang yang justru memperburuk keadaan.

"Saya ingin mencapai kesepakatan, dan satu-satunya cara Anda mencapai kesepakatan adalah dengan tidak mengabaikannya," ujar Trump.

Sebagaimana diwartakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bukan pertama kalinya Kiev menggunakan senjata jarak jauh untuk menyerang Rusia. Zelenskyy menyatakan hal itu terkait dengan serangan terbaru yang dilakukan Ukraina ke wilayah Bryansk dan Kursk di Rusia.

Sebelumnya pada bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Ukraina telah menyerang target di wilayah Kursk dan Bryansk pada 19 November dengan menggunakan rudal jarak jauh ATACMS buatan AS serta rudal Storm Shadow buatan Inggris.

Ketika menanggapi pernyataan presiden Rusia tersebut, Zelenskyy berpendapat bahwa Putin salah jika menganggap "penggunaan senjata jarak jauh oleh Ukraina merupakan langkah baru."

Penggunaan ATAMCS ini juga sudah disetujui oleh Presiden Amerika sebelumnya, Joe Biden. Hal itu diungkap oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell. Ia mengonfirmasi bahwa izin untuk pertama kalinya menggunakan ATACMS diberikan pada Senin 18 November 2024. 

Ia bahkan menyebut kalau Biden membolehkan militer Ukraina menembakkan missile sejauh 300 kilometer ke dalam wilayah Rusia. Perubahan besar dalam kebijakan perang ini, seperti dilaporkan The Washington Post yang mengutip dua sumber pejabat AS, diputuskan oleh Biden menyusul pengerahan tentara Korea Utara untuk menyokong strategi tempur militer Rusia di Ukraina. 

Pejabat senior AS yang menolak disebutkan namanya itu juga menambahkan, strategi tersebut bertujuan membatasi keterlibatan lebih dalam pasukan Korea Utara dalam serangan Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022. 

Meskipun demikian, Michael Maloof, bekas analis kebijakan keamanan senior di Kantor Menteri Pertahanan AS tersebut meragukan penggunaan ATACMS bisa berhasil. Alih-alih mengusir Rusia, penggunaan rudal jarak jauh tersebut justru bakal memicu gelombang ketegangan baru.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo