Dark
Light
Dark
Light

Sandi Operasi Rising Lion vs True Promise 3 dan Makna Filosofis Agamanya

Sandi Operasi Rising Lion vs True Promise 3 dan Makna Filosofis Agamanya

Arina.id - Operasi "Rising Lion" vs Operasi "True Promise 3". Dua kode sandi operasi perang militer yang mewakili dua negara: Israel dan Iran. Israel memberi nama operasi serangan militer ke sejumlah kota di Iran pada Jumat, 13 Juni 2025 lalu dengan nama Rising Lion yang bisa diartikan sebagai "Singa yang Bangkit".

Sementara Iran membalas serangan Israel dengan meluncurkan roket yang menghujam Tel Aviv dan akan terus membanjiri langit kota-kota negeri Yahudi dengan rudal. Sandi operasinya True Promise 3 yang berarti "Janji Sejati" atau "Janji yang Ditepati".

Makna filosofis kedua kode sandi tersebut bagi operasi militer mereka ternyata sangat dalam dan bisa dibilang berkaitan dengan ideologi dan keyakinan beragama masyarakat kedua negara.

Rising Lion memiliki makna filosofis yang kuat, terutama dalam konteks militer dan simbolisme historis. Secara simbolik, Singa yang Bangkit diambil dari Kitab Pentateukh Bilangan 23:24--bagian dari Taurat--yang menggambarkan kebangkitan suatu bangsa layaknya seekor singa besar yang tidak akan tenang sebelum menaklukkan mangsanya.

Makna tersebut mencerminkan kekuatan, keberanian, dan tekad yang tak tergoyahkan dalam menghadapi tantangan. Bilangan sendiri merujuk pada kitab ke empat dalam Perjanjian Lama yang termasuk dalam kelompok Taurat atau Pentateukh.

Dalam Bahasa Ibrani, kitab ini juga disebut Sefer Bemidbar, yang berarti: di padang gurun. Nama "bilangan" berasal dari bahasa Yunani Arithmoi, yang berarti angka atau jumlah, karena kitab ini mencatat sensus bangsa Israel dan perjalanan bangsa mereka selama 38 tahun di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. 

Adapun untuk bunyi lengkap ayat Bilangan 23:24 tersebut adalah: "Sesungguhnya, bangsa itu akan bangkit seperti singa besar, dan akan berdiri tegak seperti singa muda; ia tidak akan berbaring, sebelum memakan mangsanya dan meminum darah orang-orang yang terbunuh."

Ayat itu merupakan bagian dari ramalan pertama Bileam, seorang nabi non-Israel yang meramalkan kekuatan dan kekuasaan Israel, menyamakannya dengan seekor singa yang tidak akan beristirahat sampai ia merasa kenyang. Netanyahu sendiri bisa dibilang seorang Yahudi taat.

Netanyahu kemudian menulis potongan ayat tersebut dalam kertas, lalu diselipkan ke celah tembok sebelah barat Yerussalem. Foto-foto Netanyahu saat berdoa di tembok ratapan sambil menyelipkan kertas banyak diunggah sejumlah media Israel. Seperti foto yang diunggah The Jerussalem Post, kemudian menukil frasa yang ditulis Netanyahu jelas merujuk pada ayat tersebut. "Lihatlah, orang-orang akan bangkit seperti singa besar."

Sekaligus, kunjungan penguasa negeri Zionis yang berselang beberapa hari sebelum penyerangan militer Israel ke Teheran pada Jumat 13 Juni 2025 itu disebut-sebut sebagai simbol dimulainya operasi penyerangan terhadap Teheran. 

Bagaimana dengan True Promise 3? Iran sendiri merupakan negara muslim yang beraliran Syiah. Secara filosofis, True Promise 3 mencerminkan konsep janji yang tak terelakkan, yaitu komitmen Iran untuk membalas serangan Israel dan mempertahankan kedaulatannya. Operasi ini dilakukan dengan serangan rudal presisi yang menyasar lebih dari 150 target strategis, termasuk pangkalan militer dan pusat komando Israel.

Seruan dalam operasi ini adalah "Ya Ali ibn Abi Talib". Seruan ini memiliki makna spiritual yang dalam. Kemudian memiliki makna religius dan historis dalam Islam, khususnya dalam tradisi Syiah. Ali ibn Abi Talib, sosok yang sangat dipuja oleh Syiah itu merupakan sepupu dan menantu Nabi Muhammad--nabi suci dalam kepercayaan Islam.

Ali dikenal sebagai simbol keberanian, keadilan, dan kepemimpinan dalam Islam. Dengan menggunakan namanya sebagai kode operasi, Iran ingin menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar aksi militer, tetapi juga bagian dari perjuangan ideologis dan religius yang lebih besar. Para revolusioner Iran biasa menyebut Israel sebagai setan kecil, sementara Amerika Serikat sebagai setan besar yang harus di lawan.

Oktober 2024, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sendiri, dalam kutbah Jumat di masjid Kota Teheran, menyampaikan pernyataan tajam mengenai konflik yang tengah memanas dengan Israel saat itu, terutama pasca-serangan ke Palestina.

"Israel tidak akan bertahan lama," katanya kepada puluhan ribu pendukungnya, seperti dikutip dari The Guardian. Ia menambahkan, "kita harus melawan musuh sambil memperkuat iman kita yang tak tergoyahkan," lanjut pemimpin berusia 84 tahun itu. 

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah serangan Israel yang menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin lama Hizbullah, dalam serangan udara di Beirut. Sejak saat itu hubungan Israel dan Iran terus memanas dan mencapai puncaknya pada Jumat, 13 Juni 2025. Ali Khamenei benar-benar menepai janji membalas setiap serangan Zionis lewat operasi True Promise 3.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo