Arina.id - Perdana Menteri India Narendra Modi marah dengan tragedi ledakan di dekat Benteng Merah di Ibu Kota India, New Delhi. Ia mengancam bakal memburu para pelaku peledakan dan menyeretnya ke pengadilan.
Benteng Merah atau Red Fort terletak di kawasan Old Delhi dan merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di kota tersebut. Namun Senin malam, kawasan yang biasa ramai dikunjungi wisatawan tersebut mendadak mencekam ketika ledakan tiba-tiba menyalak dan menyebabkan tubuh-tubuh bergelimpangan.
Saat ledakan terjadi, PM Modi, sedang dalam agenda kunjungan ke Bhutan. Ketika mendengar kabar ledakan tersebut, ia berjanji India akan mengungkap tuntas siapa yang bertanggung jawab atas ledakan mematikan tersebut. "Mereka bakal diseret ke pengadilan," katanya, seperti dikutip dari Aljazeera, Senin malam 10 November 2025.
Sebelumnya, dalam ledakan mobil di dekat lokasi wisata pinggiran ibu kota tersebut sebanyak 13 orang tewas, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Belum diketahui pasti penyebab ledakan, namun kepolisian setempat telah mengerahkan tim detasemen anti-terorisme.
Sementara itu Menteri Dalam Negeri Amit Shah mengatakan ledakan terjadi sebelum pukul 7 malam (13:30 GMT) dan diyakini berasal dari mobil Hyundai i20 yang berhenti pada sinyal lalu lintas.
Ledakan tersebut menyebabkan mayat-mayat yang tubuhnya hancur bergelimpangan serta mobil-mobil di sekitar ledakan juga terlihat rusak di dekat lokasi tersebut, ketika polisi dan penyidik mengepung area tersebut dan mendorong kerumunan. Pasca-ledakan, sekarang India tengah meningkatkan keamanan di perbatasan.
Sejumlah tentara India kini disiagakan di wilayah negara bagian Punjab yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Militer memperketat langkah-langkah keamanan, sebagaimana dilaporkan harian The Hindu yang mengutip data kepolisian setempat.
"Kepala kepolisian dan para inspektur diminta tetap siaga tinggi. Petugas kepolisian telah dikerahkan ke area rawan di sepanjang perbatasan, serta meningkatkan pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang-orang yang mencurigakan," demikian pernyataan kepolisian setempat.
Menurut The Hindu, kepolisian di negara bagian Haryana, yang bersebelahan dengan Punjab, juga berada dalam status siaga tinggi. Petugas memeriksa transportasi umum, area parkir, hotel, dan kendaraan di perbatasan negara bagian.
Sebelumnya, NDTV melaporkan bahwa kepolisian India telah menahan pemilik mobil yang meledak pada Senin malam di New Delhi. Berdasarkan informasi terbaru, ledakan terjadi di dekat pintu masuk nomor 1 Stasiun Metro Red Fort (Lal Quila) di Delhi pada pukul 18.55 waktu setempat atau 13.25 GMT (20:25 WIB).
Akibat ledakan tersebut, beberapa mobil di sekitar lokasi terbakar dan mengalami kerusakan. Sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, sementara kepolisian menutup seluruh area dan membatasi arus lalu lintas di sekitarnya.
Editor: Muhammad Taufiq


