Dark
Light
Dark
Light

Presiden Prabowo Minta Dana Pengembalian Korupsi Rp13 Triliun Dialokasikan ke LPDP

Presiden Prabowo Minta Dana Pengembalian Korupsi Rp13 Triliun Dialokasikan ke LPDP

Jakarta, Arina.id—Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengalokasikan sebagian dana hasil pengembalian kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) senilai Rp13 triliun guna memperkuat dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"LPDP akan saya tambahkan. Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna 1 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025). 

Prabowo menambahkan, sebagian dana hasil pengembalian dari kasus tersebut dapat digunakan untuk masa depan pendidikan nasional.

"Mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung, hari ini diserahkan Menteri Keuangan, mungkin Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya," imbuhnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains-Teknologi (Kemendikti Saintek) menyatakan siap berkoordinasi dengan LPDP.

Wakil Menteri Kemendikti Saintek Stella Christie mengatakan, kerja sama dengan LPDP selama ini sudah berjalan terutama dalam pendanaan riset.

"Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP. Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP," kata Stella.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung baru saja mengembalikan uang atas kerugian negara dari tiga perusahaan, yakni Musim Mas, Permata Group dan Wilmar Group. Total pengembalian tersebut mencapai Rp 13 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rencana Presiden tersebut. Namun, dia mengaku belum diajak bicara secara detail soal rencana ini.

"Saya belum ada diskusi detailnya, tapi kan diminta ditambahkan dari LPDP," ujarnya.

Diketahui, pada 2025, LPDP hanya membuka kuota penerima beasiswa sebanyak 4.000 orang, berkurang dari kuota tahun 2024, yakni sebanyak 8.592 orang.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo