Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan, termasuk hujan petir, pada Jumat (9/10/2026). BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut terhadap potensi gelombang tinggi hingga empat meter.
Prakirawan BMKG Gina mengatakan sirkulasi siklonik diprediksi terdapat di Laut Cina Selatan, Laut Timur Filipina, dan Samudra Pasifik timur Filipina. Kondisi tersebut membentuk daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sejumlah wilayah.
“Daerah perlambatan angin dan pertemuan angin terdapat di wilayah Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik timur Filipina, serta di sekitar sirkulasi tersebut,” kata Gina dalam tayagan informasi cuaca BMKGi yang berlaku untuk Jumat (9/10/2026).
Gina juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan hujan atau kumulonimbus di sejumlah wilayah.
Wilayah yang berpotensi terdapat awan kumulonimbus meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian tengah, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.
Selain itu, awan kumulonimbus berpotensi muncul di Laut Natuna Utara, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
“Untuk itu, selalu ikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan,” ujarnya.
Prakiraan Cuaca Sejumlah Wilayah
Untuk Pulau Sumatera, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Bengkulu. Sementara itu, potensi asap atau kabut terdapat di Bandar Lampung.
Adapun udara kabur berpotensi terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Palembang.
Bergeser ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Semarang. Sementara itu, Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, dan Kupang diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
“Potensi udara kabur di wilayah Surabaya,” kata Gina.
Di Kalimantan, BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan petir di Tanjung Selor. Hujan ringan berpotensi terjadi di Samarinda, sedangkan asap atau kabut berpotensi muncul di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Pontianak.
Di Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju. Makassar, Gorontalo, dan Manado diprakirakan cerah berawan hingga berawan, sedangkan udara kabur berpotensi terjadi di Palu dan Kendari.
Untuk Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Jayawijaya dan Jayapura. Sementara itu, Ternate berpotensi mengalami berawan tebal.
Udara kabur berpotensi terjadi di Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke. Adapun Nabire berpotensi mengalami asap atau kabut.
Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
BMKG juga mengingatkan nelayan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi.
“Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat,” ujar Gina.
Masyarakat pesisir juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi terjadi banjir pesisir di sejumlah wilayah.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.
Gina mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meskipun kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia.
“Meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Editor: Kendi Setiawan


