Dark
Light
Dark
Light

38 Orang Tewas dan 100 Hilang Akibat Insiden Kapal Feri Terbalik di Kongo

38 Orang Tewas dan 100 Hilang Akibat Insiden Kapal Feri Terbalik di Kongo

Arina.id. Sebuah kapal feri dikabarkan terbalik di Sungai Busira, Republik Demokratik Kongo, pada Jumat, (20/12/2024). Insiden ini menyebabkan 38 orang tewas dan 100 lainnya hilang.

Kapal feri yang terbalik di sebuah sungai Kongo itu mengangkut penumpang dalam perjalanan merayakan Natal. Berdasarkan keterangan para pejabat dan saksi mata, 38 korban tewas dan lebih dari 100 orang dinyatakan hilang. 

Menurut laporan Al-Jazeera, Minggu, 22 Desember 2024, 20 orang berhasil diselamatkan. Feri yang tenggelam itu termasuk bagian dari konvoi besar kapal-kapal lain. 

Joseph Joseph, Walikota Ingende, menjelaskan mayoritas penumpang merupakan para pedagang yang pulang ke rumah demi merayakan Natal.

Ingende sendiri adalah kota terakhir yang dilintasi di sungai tersebut sebelum terjadinya insiden kapal tenggelam.

Alasan Warga Pilih Naik Kapal Feri: Demi Keamanan

Sementara berdasarkan pemberitaan Euro News, Minggu, 22 Desember 2024, tenggelamnya kapal feri ini terjadi kurang dari empat hari setelah sebuah kapal juga terbalik di timur laut negara tersebut. Kala itu, insiden menyebabkan 25 orang tewas. 

Ndolo Kaddy, salah seorang warga asal Ingende menerangkan kapal feri yang tenggelam pada Jumat (20/12) berisi lebih dari 400 orang. 

Mereka melewati dua pelabuhan, yakni Ingende dan Loolo. Kapal yang sama, katanya, sedang dalam perjalanan menuju Boende hingga diyakini jumlah korban tewas bisa lebih banyak.

Pejabat Kongo sebenarnya sudah sangat sering memperingatkan kapal agar tidak memuat berlebihan. Mereka juga berjanji akan memberikan hukuman kepada pihak yang melanggar aturan keselamatan di sungai.  

Kendati demikian, situasi semakin sulit ketika banyak warga di daerah terpencil yang tidak mampu membayar transportasi umum yang melintasi jalan biasa.

Selain itu,  banyak orang yang memilih menggunakan kapal demi alasan keamaan. Pasalnya, jalan darat dinilai kurang aman karena seringkali menjadi lokasi bentrokan antara pasukan Kongo dengan pihak pemberontak. Mereka dikabarkan kerap memblokir rute akses utama jalan.
 


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo