Dark
Light
Dark
Light

Putin Klaim Moskow Kuasai Separuh Ukraina, ISW: Palsu

Putin Klaim Moskow Kuasai Separuh Ukraina, ISW: Palsu

Arina.id — Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Moskow telah merebut kota Siversk di wilayah timur Donetsk serta Vovchansk di wilayah utara Kharkiv. Ia juga menyebut pasukan Rusia telah menguasai setidaknya setengah wilayah Lyman dan Kostiantynivka di Donetsk, serta Hulyaipole di Zaporizhia Selatan—seluruhnya merupakan kota garis depan yang masih berada di bawah otoritas Ukraina.

Namun klaim tersebut langsung dibantah Institute for the Study of War (ISW), lembaga kajian konflik yang berbasis di Washington. ISW menyatakan tidak menemukan bukti visual, baik dari citra satelit maupun sumber terbuka, yang mengonfirmasi pernyataan Putin.

“ISW tidak menemukan bukti yang mengonfirmasi penyitaan atau kemajuan besar yang diklaim tersebut dan hanya menemukan bukti yang menunjukkan kehadiran Rusia—baik melalui misi infiltrasi maupun serangan—di 7,3 persen wilayah Hulyaipole dan 2,9 persen wilayah Lyman,” tulis ISW dalam laporan resminya.

Menurut ISW, kemajuan Rusia di Kostiantynivka juga sangat terbatas, tidak lebih dari 5 persen wilayah kota tersebut. Bahkan klaim dari milblogger Rusia—yang kerap menjadi corong informasi medan tempur Kremlin—dinilai tidak mendukung narasi Putin.

“Bahkan klaim kemajuan yang disampaikan oleh milblogger Rusia tidak mendukung banyak klaim Putin,” ujar ISW. Para milblogger itu hanya menyebut penguasaan maksimal sekitar 7 persen wilayah Lyman dan 11 persen Kostiantynivka.

Kremlin sebelumnya juga mengklaim telah sepenuhnya menguasai Kupiansk di Kharkiv dan Pokrovsk di Donetsk. Namun ISW memperkirakan Rusia hanya menguasai tidak lebih dari 7,2 persen wilayah Kharkiv. Sementara itu, Panglima Tertinggi Ukraina menyatakan pasukannya berhasil mengusir Rusia sejauh 16 kilometer persegi dari wilayah Pokrovsk.

Pada 18 Desember lalu, Panglima Tertinggi Rusia Valery Gerasimov dalam laporan akhir tahun kepada pejabat militer asing mengklaim Rusia telah merebut 6.300 kilometer persegi wilayah Ukraina sepanjang tahun ini. Angka tersebut bahkan sedikit lebih besar dari klaim Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov sepekan sebelumnya yang menyebut 6.000 kilometer persegi.

ISW kembali membantah klaim itu. Berdasarkan perhitungannya, Rusia hanya merebut 4.984 kilometer persegi wilayah Ukraina yang mencakup 196 permukiman—jauh dari klaim pejabat Rusia yang menyebut 300 permukiman.

Menurut ISW, rangkaian klaim berlebihan tersebut muncul dalam periode dua minggu ketika Amerika Serikat dan Ukraina mengintensifkan pembicaraan mengenai rencana perdamaian. Proses itu berakhir pada Senin lalu setelah tiga hari perundingan di Florida.

“Kami merasakan bahwa Amerika ingin mencapai kesepakatan akhir, dan dari pihak kami, ada kerja sama penuh,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato nasionalnya pada Selasa malam.

Namun rencana perdamaian 20 poin yang dipublikasikan Zelenskyy pada Rabu pagi menunjukkan kebuntuan serius, terutama soal wilayah. Tidak ada kesepakatan antara AS dan Ukraina terkait isu teritorial yang paling sensitif.

Rusia tetap menuntut Ukraina menyerahkan sepenuhnya wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhia, dan Kherson, selain Krimea. Ukraina menolak tuntutan tersebut, sementara negara-negara Eropa menyarankan pembahasan wilayah ditunda hingga tercapai gencatan senjata penuh.

Di tengah kebuntuan diplomatik, perang terus berkecamuk. Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan jarak jauh menggunakan drone dan rudal.

Dalam periode 18–24 Desember, Rusia meluncurkan 1.227 drone dan 41 rudal ke wilayah Ukraina. Ukraina mengklaim berhasil mencegat sekitar 80 persen drone dan 83 persen rudal. Meski demikian, serangan pada Sabtu dan Selasa tetap menewaskan sedikitnya empat warga sipil, termasuk seorang anak.

Dinas Keamanan Negara Ukraina (SBU) juga melaporkan telah menembak jatuh dua jet tempur Su-27 Rusia di Pangkalan Udara Bel. Pada Senin lalu, intelijen militer Ukraina menggunakan bom mobil untuk membunuh Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, kepala departemen pelatihan operasional Staf Umum Rusia.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo