Dark
Light
Dark
Light

Dunia Sambut Kelahiran Gen Beta di 2025: Bayi Tangguh di Tengah Gejolak

Dunia Sambut Kelahiran Gen Beta di 2025: Bayi Tangguh di Tengah Gejolak

Arina.id — Setelah Generasi Z dan Generasi Alpha, dunia akan segera menyambut Generasi Beta. Generasi ini diperkirakan akan lahir antara tahun 2025 hingga 2039. Kelahiran Gen Beta menandai akhir dari kelahiran Generasi Alpha, di mana Gen Alpha terakhir akan lahir pada 2024. Dengan demikian, Generasi Beta akan menjadi generasi ketujuh setelah Generasi 1901.

Meskipun Gen Beta belum tumbuh, mereka diproyeksikan akan menghadapi dunia yang semakin terhubung dengan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, serta teknologi imersif seperti realitas virtual (VR) dan realitas augmentasi (AR).

Analis sosial dan ahli demografi Mark McCrindle, menjelaskan Generasi Beta diperkirakan akan menjadi anak-anak dari Generasi Z, yang saat ini berada di kisaran usia 20-an hingga 30-an.

"Generasi Beta lahir sekitar tahun 2025 dan seterusnya akan menjadi anak-anak dari Generasi Z," ujarnya dalam sebuah wawancara di podcast terbaru. 

Pada generasi ini, teknologi akan menjadi isu dominan yang membentuk karakter Gen Beta ini sama seperti Gen Alpha yang tumbuh di era kecerdasan buatan. 

"Anak-anak Generasi Beta akan mulai terpapar dengan AI sejak dini, yang akan membentuk cara mereka bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan dunia," kata Mark.

Sebagai contoh, ia menyebutkan potensi besar bagi Gen Beta untuk berinovasi dalam menciptakan konten dan mengotomatisasi banyak aspek kehidupan melalui teknologi generatif.

"Mereka akan lebih nyaman dengan teknologi otomatis dan generatif, yang mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital," tambahnya.

"Tantangannya adalah bagaimana Gen Beta akan menavigasi dunia ini dan membatasi penggunaan teknologi dalam kehidupan mereka," imbuhnya.

Di sisi lain, Gen Beta akan menghadapi ketidakpastian global yang lebih besar seperti perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan ketidakstabilan ekonomi yang akan mewarnai masa kecil mereka.

Namun, Mark percaya bahwa mereka akan menjadi generasi yang tangguh dan adaptif, mampu menghadapi tantangan dunia dengan cara yang lebih positif.

"Zaman, teknologi, dan peristiwa sosial membentuk kita semua, tetapi hal ini lebih menentukan bagi mereka yang mengalaminya di masa-masa pembentukan diri mereka. Saat Generasi Beta tiba, kita akan mengamati dengan saksama bagaimana mereka menghadapi tantangan dunia," jelasnya.

Dalam podcast tersebut, Mark menjelaskan sejarah pelabelan generasi Alpha (kelahiran 2010) yang diambil dari huruf pertama dalam alfabet Yunani. Menurutnya hal ini untuk mencerminkan awal dari era baru teknologi.

Sebagai generasi pertama yang lahir di abad ke-21, Generasi Alpha menjadi simbol perubahan besar dalam teknologi, globalisasi, dan harapan hidup yang semakin panjang.

"Nama ini terus berkembang, dengan kini Generasi Beta sebagai penerusnya, menandakan bahwa label generasi berbasis alfabet Yunani akan terus berlanjut seiring berjalannya waktu," tandasnya.

Dalam sebuah kajian yang dilansir dari Unishanoi, Generasi Beta akan tumbuh dalam dunia yang sangat terkait dengan AI dan teknologi. Realitas ini akan membentuk karakteristik Generasi Beta dalam beberapa cara.

1. Batasan Kerja-Kehidupan yang Kabur

Otomatisasi AI dapat mengganggu jalur karier tradisional, yang mengarah pada pekerjaan yang fleksibel dan berbasis proyek. Hal ini dapat mengakibatkan budaya kerja yang "selalu aktif", yang menuntut adaptasi dan berpotensi memengaruhi keseimbangan kerja-kehidupan.

2. Kreativitas Tanpa Batas, Didukung oleh AI

Generasi Beta akan berpikir kreatif dengan konten yang dihasilkan AI, menggunakan alat AI untuk desain, penceritaan, dan pemecahan masalah. "Bayangkan alat pendidikan yang dipersonalisasi yang beradaptasi dengan gaya belajar individu atau tutor yang didukung AI yang menciptakan pengalaman menarik," tulis artikel tersebut.

3. Belajar Melampaui Batas

Dengan 80 persen Generasi Beta terlibat dalam pembelajaran daring, AI akan mempersonalisasi pendidikan. Bayangkan simulasi interaktif, tutor bertenaga AI yang menyesuaikan tingkat kesulitan, dan akses instan ke informasi di luar buku teks. Namun, kekhawatiran tentang gangguan dan keamanan daring perlu dipertimbangkan secara saksama.

4. Cerdas Menggunakan Ponsel namun Menegangkan

Penggunaan ponsel pintar yang intensif akan membentuk komunikasi dan konsumsi informasi Beta. Meskipun aplikasi bertenaga AI dapat menawarkan kemudahan dan pengetahuan, kecemasan seputar perbandingan media sosial dan informasi yang berlebihan mungkin akan muncul.

5. Karyawan yang Peduli Sosial

Melihat dampak teknologi pada masyarakat dapat membuat Generasi Beta mengharapkan perilaku perusahaan yang bertanggung jawab. Mereka mungkin memilih perusahaan yang berdedikasi pada keberlanjutan, praktik data yang etis, dan dampak sosial yang positif.
 


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo