Dark
Light
Dark
Light

Surabaya Dipadati Ratusan Ribu Peserta Jalan Sehat, Ketum PBNU: Jihad Santri Jayakan Negeri!

Surabaya Dipadati Ratusan Ribu Peserta Jalan Sehat, Ketum PBNU: Jihad Santri Jayakan Negeri!

Arina.id ~ Sebelum arah jam menunjukkan tepat pukul 06.00 pagi, Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, sudah dipenuhi ratusan ribu orang. Mereka adalah para peserta jalan sehat. Antusiasme para peserta terlihat dari wajah mereka yang berseri-seri. Ratusan peserta bahkan membawa spanduk dan berfoto dengan senyum mengembang.

Antrian pengambilan voucher juga terlihat sangat padat dengan barisan para peserta. Harapannya, keikutsertaan mereka dalam acara jalan sehat ini tidak hanya untuk memeriahkan hari santri secara bersama-sama, tapi juga mendapat kesempatan untuk dapat melaksanakan umrah secara gratis. Memang, untuk menambah kemeriahan acara ini, sejumlah pihak menyediakan hadiah berupa paket umroh gratis. Nantinya, hadiah tersebut akan diberikan kepada 60 peserta jalan sehat yang beruntung.

Ketika rombongan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mulai memasuki Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi, sejumlah peserta dan awak media yang telah menanti sejak subuh memadati bagian jalan di mana rombongan tersebut berada.

Tangan-tangan para peserta mulai menggapai tokoh-tokoh yang ikut dalam rombongan itu dengan harapan dapat bersalaman dengan mereka, atau sekadar menyentuh mereka. Sementara peserta lainnya dari jarak jauh mengangkat ponsel mereka dan mengabadikan momen tersebut.

Ketua Umum PBNU kemudian bersama dengan rombongannya menaiki fly over di depan Gedung Grahadi. Ia membuka acara jalan sehat ini dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan pengibaran bendera start. Sebelum melakukan pelepasan, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu menyerukan takbir sebanyak tiga kali, menyulut semangat para peserta yang memadati kompleks jalan sehat Hari Santri 2023. 

“Mari berjihad untuk kejayaan negeri. Jihad negeri, jayakan negeri, Al-Fatihah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Merdeka, merdeka, merdeka!” ajak Gus Yahya, sapaan akrabnya, seraya memekikkan takbir, disusul dengan pengibaran bendera oleh sejumlah tokoh sebagai tanda dimulainya kegiatan ini. Para peserta semakin antusias ketika melihat warna-warni confetti menghiasi sepanjang jalan.

Jalan sehat santri yang menempuh jarak 5 km ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf hadir bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajarannya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para pejabat Eselon I Kemenag, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Khusnul Maram, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan jajaran Forkompimda Jawa Timur dan Kota Surabaya.
 

Gus Yahya: Jihad Santri Jayakan Negeri

Ketua Umum PBNU menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun negeri. Peran itu antara lain terwujud dari semangat jihad fi sabilillah yang sudah digelorakan sejak zaman perang kemerdekaan. 

Menurut Gus Yahya, mengingatkan peran santri dalam jihad fii sabilillah mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945. "Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harus diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri," tegas Gus Yahya.

Negeri ini, kata Gus Yahya, tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya. Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia.

Ditanya kenapa Hari Santri dipusatkan di Surabaya, Gus Yahya menjelaskan bahwa itu tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945. Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali.

"Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi," jelas Gus Yahya.

"Mari jangan sampai kejayaan yang telah diperjuangkan para pahlawan itu batal di masa depan karena kita tidak mampu meneladani kepahlawanan mereka," sambungnya.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jalan santai digelar dalam semarak Hari Santri sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan memberi nuasan kegembiraan. Menurutnya, Hari Santri patut dirayakan dengn riang gembira. 

"Ini menunjukkan bahwa negara mengakui perjuangan para santri, memberikan kado istimewa yakni Hari Santri," sebutnya.

"Santri selalu terlibat menjadi bagian dalam momentum penting negeri ini. Momentum Hari Santri menunjukkan bahwa setiap episode sejarah negeri ini, selalu melibatkan santri," tandasnya.

Jalan santai ini diikuti ratusan ribu warga masyarakat dan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan provinsi lainnya. Mereka memadati sepanjang Jalan Gunernur Suryo, Kota Surabaya, sejak pagi.

Jalan santai dilepas Gus Yahya mulai pukul 06.30 WIB dari Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi. Peserta lalu menuju jalan Jenderal Soedirman, lalu keJalan Basuki Rahmat, kawasan Embong Malang, Praban, Siola, lalu balik ke Gedung Negara Grahadi.

Panitia telah menyiapkan banyak doorprize, mulai dari sepeda gunung, televisi, lemari es, 60 paket umrah hingga mobil. 

Selain jalan santai, Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan beragam acara. Nanti malam, akan digelar Pagelaran Sarung Santri Nusantara yang diadakan di Gedung Negara Grahadi dan pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah di Masjid Al-Akbar Surabaya. Puncaknya, digelar Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Pembina Apel.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo