Jakarta, Arina.id –Pendaftaran program magang berinsentif Rp3,3 juta per bulan resmi diperpanjang Pemerintah.
Perpanjangan masa pendaftaran ini diambil Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai respons akan tingginya antusiasme masyarakat, serta adanya gangguan teknis pada sistem pendaftaran daring di situs maganghub.kemnaker.go.id.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan ini didasarkan pada dua hal utama yakni lonjakan jumlah pendaftar dan kendala teknis yang sempat membuat situs tidak dapat diakses.
"Ternyata kemarin ada gangguan ya, ketika banyak sekali yang masuk. Nah akhirnya kan tentunya mereka akan merasa dirugikan," ujar Anwar dikutip dari laman CNBC Indonesia, Jumat (10/10/2025).
Anwar menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh pihak, baik perusahaan maupun peserta magang, memiliki kesempatan yang setara untuk mengikuti program ini.
"Animo sangat tinggi juga, dan kita ingin ini betul-betul (semua) punya kesempatan," jelasnya.
Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, Kemnaker memutuskan untuk memperpanjang jadwal pendaftaran.
Awalnya, batas waktu bagi perusahaan untuk mengajukan program magang ditetapkan hingga 10 Oktober 2025, kini diundur menjadi 14 Oktober 2025.
Sementara itu, batas akhir pendaftaran peserta magang yang sebelumnya berakhir pada 12 Oktober, diperpanjang hingga 15 Oktober 2025.
Jadwal pelaksanaan program magang pun turut diubah. Jika sebelumnya direncanakan mulai 15 Oktober, kini ditunda menjadi 20 Oktober 2025.
"Dengan masukan-masukan berbagai pihak akhirnya kita undur, mulanya kan harusnya tutup kalau perusahaan tanggal 10 Oktober, kita undur jadi tanggal 14 Oktober. Kemudian pelaksanaan awalnya tanggal 15 Oktober, kita undur jadi tanggal 20 Oktober. Dan ini juga mempertimbangkan faktor hari libur Sabtu-Minggu," ungkap Anwar.
Hingga Jumat pukul 17.01 WIB, tercatat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 911 perusahaan telah mendaftar di platform Maganghub, dengan total 48.790 peserta yang mengajukan pendaftaran. Jumlah ini bahkan telah melampaui kuota awal sebesar 20.000 peserta yang disediakan pemerintah.
Anwar menegaskan bahwa seluruh data di situs Maganghub bersifat real-time dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan pendaftaran.
"Ya, sementara data terupdate dan itu kan real time ya, nanti akan ubah-ubah. Ini pantau aja terus," pungkasnya.
Editor: Kendi Setiawan


