Dark
Light
Dark
Light

Houthi Membantah, Lalu Siapa Menyerang Gardu Listrik Masjid Nabawi Madinah?

Houthi Membantah, Lalu Siapa Menyerang Gardu Listrik Masjid Nabawi Madinah?

Arina.id - Sebuah serangan terhadap gardu fasilitas distribusi listrik ke Masjid Nabawi Madinah mewarnai ketegangan antara koalisi Arab Saudi dengan milisi Houthi Yaman kemarin, Kamis 1 Oktober 2026. Liga Negara-negara Arab, anggota koalisi, pun mengecam penargetan serangan tersebut.

Dikutip dari Saudi Pers Agency (SPA), mereka menegaskan, serangan terhadap infrastruktur sipil vital merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima dan pengabaian yang tidak dapat ditoleransi terhadap kesucian situs suci serta keselamatan fasilitas sipil. 

Laporan menekankan bahwa serangan semacam itu membangkitkan perasaan Muslim di seluruh dunia dan merupakan eskalasi berbahaya oleh milisi Houthi. Dewan menekankan perlunya menghormati kesucian situs suci dan memastikan bahwa situs-situs tersebut, bersama dengan fasilitas yang mendukung layanan mereka, tetap terlindungi dari segala tindakan bermusuhan atau militer.

Dewan juga memperbarui solidaritas penuh dengan Kerajaan Arab Saudi dan menegaskan kembali dukungannya kepada Kerajaan dalam menghadapi serangan yang menargetkan keamanan, stabilitas, dan kedaulatannya, serta keselamatan warga dan penduduknya. 

Sebelumnya, Koalisi Arab Saudi menuduh Houthi menyerang sebuah gardu listrik di Madinah dalam insiden yang terjadi Selasa, 26 September 2026, pukul 05.11 waktu setempat.

"Investigasi dan bukti yang dikumpulkan oleh otoritas terkait telah mengonfirmasi keterlibatan kelompok milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan tersebut berdasarkan evaluasi setelah kejadian dan puing-puing pesawat nirawak yang digunakan," kata Juru Bicara Koalisi Arab, Mayor Jenderal Turki Al Malki.

Menurut Al Malki, salah satu transformator di gardu listrik tersebut mengalami kerusakan, tetapi jaringan listrik tidak terdampak. Serangan tersebut menargetkan fasilitas sipil yang memasok listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.

Sementara itu, kantor berita Saba, mengutip Juru Bicara kelompok Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan yang tidak ada kaitannya dengan kenyataan.
 


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo