Jakarta, Arina.id – Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Kabar duka datang dari lingkungan Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN), Univeristas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Rektor UIN STS Jambi, Prof Asad Isma dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (28/9/2024) pukul 14.00 WIB.
Kepala Subdit Ketenagaan Diktis Kemeterian Agama, Muhammad Aziz Hakim membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kabar duka tersebut cukup mengagetkan karena belum lama ini ia masih menjalin komunikasi.
"Baru dua minggu lalu bersua, bercengkerama, dan tertawa bersama. Baru tiga hari lalu Abang berbalas WA. Kini sudah dipanggil oleh-Nya. Ya Allah...,” tulisnya melalui media sosial facebook.
Dikonfirmasi Arina.id, Aziz menyebut almarhum sebagai sosok yang sangat baik. "Beliau seorang yang pekerja keras, setia kawan, humble," kata Aziz Hakim.
Wakil Rektor II IAIN Kerinci, Jafar Ahmad memberikan kesaksian bahwa almarhum adalah sosok yang tangguh sekaligus mengayomi.
"Beliau menunjukkan dengan jelas perjuangan dan menghadapi tantangan dengan berani dan tidak takut mengambil risiko. Kepada kami para kader, beliau mengajarkan keteladaan, pembelaan pada yang lemah dan membutuhkan,” kata Jafar.
Jafar mengungkapkan dalam distribusi kader, almarhum sangat peduli dan berjuang dengan serius untuk memberi peluang kepada kader-kader yang loyal untuk ditempatkan pada posisi tertentu.
"Beliau juga menunjukkan perjuangan tanpa lelah saat menjadi Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jambi. Perjuangan tanpa lelah ketika menjadi Rektor UIN STS Jambi,” ujar Jafar.
"Insyaallah nilai-nilai perjuangannya akan menjadi nilai-nilai perjuangan kami,” imbuhnya.
Prof Asad Isma lahir di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, 12 Maret 1969. Ia dilantik sebagai Rektor UIN Jambi oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (28/12/2023). Prof Asad Isma dilantik sebagai Rektor UIN Jambi periode 2023-202 menggantikan Prof Suadi yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya pada 2019-2023.
Prof Asad terpilih sebagai Rektor UIN Jambi setelah unggul dari calon lainnya yaitu Prof Risnita, Prof M Hasbi, Prof Maisah, Prof Samsu dan Prof Ahmad Syukri.
Terkait pelantikannya itu, Prof Asad mengatakan siapa pun yang terpilih sebagai Rektor adalah amanah.
"Jabatan adalah amanah, dan memajukan UIN STS Jambi tentunya adalah keniscayaan. Itu adalah komitmen kita bersama. Sejak awal niatan kami juga begitu," ujarnya.
Menurut almarhum, tantangan UIN STS Jambi ke depan lebih kompleks, seiring dengan laju kemajuan zaman. Oleh karenanya, sangat penting sekali adanya kebersamaan dan kekeluargaan terus dibangun selama masa kepemimpinannya.
Menggerakkan semua potensi yang ada menurutnya perlu dilakukan bertujuan agar berbagai program, target, dan cita-cita semua civitas akademika UIN STS Jambi dapat diraih.
"Program yang baik sudah dijalankan dan beberapa prestasi yang telah dicapai oleh Rektor sebelum saya, Prof Suaidi, tentunya akan kita lanjutkan," ungkapnya.
Setelah dilantik menjadi Rektor UIN Jambi, dia ingin melakukan langkah keberlanjutan dalam program-program terbaik untuk kemajuan UIN Jambi ke depannya.
"Tujuan kita di sini membangun keunggulan UIN Jambi. Keunggulan ini bisa dicapai dengan cara saling bergandeng saling bekerja sama dan tentunya kita akan membentuk super tim yang kokoh buat keberlanjutan," ujar Prof Asad.
Prof Asad juga ingin melakukan upaya-upaya kerja sama dalam membangun UIN Jambi lebih baik lagi di dunia pendidikan.
"Jadi intinya siapa pun yang punya kompetensi dan memiliki profesionalisme bekerja serta bertanggungjawab akan kita tindaklanjuti itu yang jelas bisa bekerjasama dalam membangun UIN Jambi lebih baik," sebutnya.
Ia menegaskan untuk membangun UIN STS Jambi diperlukan kolaborasi sehingga dapat mencapai tujuan.
Editor: Kendi Setiawan


