Dark
Light
Dark
Light

Gempa Berkekuatan 6,2 Guncang Pacitan dan Wilayah Selatan Jawa, Rumah Rusak serta 36 Orang Luka

Gempa Berkekuatan 6,2 Guncang Pacitan dan Wilayah Selatan Jawa, Rumah Rusak serta 36 Orang Luka

Arina.id -  Gempa dangkal megathrus yang mengguncang Kabupaten Pacitan City, Jawa Timur, menyebabkan kerusakan pada rumah dan melukai setidaknya 36 orang. Demikian laporan Badan Meteorologi, Klimatologi Indonesia, dan Agensi Geofisika (BMKG).

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa tersebut memiliki mekanisme dorongan yang khas dari zona megathrust subduksi sepanjang selatan Jawa.

Dikutip dari Antara, gempa ini terjadi pada Jumat dini hari, pukul 01:06 waktu setempat, berpusat di lepas pantai di kedalaman 58 kilometer tenggara Pacitan.

Guncangan gempa bukan cuma terasa di Pacitan, namun sampai Bantul, Sleman (IV MMI); Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, Banjarnegara (III MMI); and Tuban, Jepara (II MMI).

Menurut BMKG, gempa tersebut tidak mencapai skala 7, dan tidak berpotensial tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa, yang memiliki sejarah peristiwa tsunami sejak tahun 1840 dan 1859.

Secara geografis, pacitan menghadap megarus Jawa dan memiliki teluk sempit dan pantai yang dapat memperkuat gelombang tsunami jika terjadi gempa yang lebih kuat. Model BMKG mengindikasikan tidak ada ancaman tsunami, dan pada 01:35 waktu setempat, tidak ada gempa susulan yang terdeteksi.

Gempa tersebut tidak hanya mempengaruhi penduduk Pacitan tapi juga komunitas di Distrik Bantul, Kawasan Khusus Yogyakarta. Seperti disampaikan Erwin Andriatmoko, Kepala Badan Bencana Pacitan (BPBD), setidaknya 15 rumah mengalami kerusakan bervariasi. "Data masih dikumpulkan dari semua distrik," katanya, sambil menambahkan

Sementara itu, BPBD Bantul mengidentifikasi setidaknya 20 bangunan yang rusak dan mencatat 36 luka-luka di beberapa sub distrik di daerah tersebut.

Para pejabat terus menilai kerusakan struktural dan memberikan bantuan bagi penduduk yang terkena dampak, sementara BMKG memonitor aktivitas seismik untuk kemungkinan gempa susulan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo