Dark
Light
Dark
Light

Presiden Prabowo Siapkan Pulau Galang untuk Warga Gaza, Solusi atau Justru Melahirkan Masalah Baru?

Presiden Prabowo Siapkan Pulau Galang untuk Warga Gaza, Solusi atau Justru Melahirkan Masalah Baru?

Jakarta, Arina.id— Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan Pulau Galang di Kepulauan Riau untuk menjadi tempat pengobatan bagi 2.000 warga Gaza, Palestina, yang terluka.

Rencana ini menuai pro dan kontra. Sebagian menilai rencana pemerintah justru akan memuluskan agenda Israel dan Amerika Serikat untuk merebut wilayah Gaza sepenuhnya.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyebut rencana memindahkan warga Gaza ke luar wilayahnya termasuk ke Indonesia, akan menguntungkan Israel dan AS.

"Netanyahu dan Donald Trump tentu akan sangat senang sekali bila Indonesia mau membawa rakyat Gaza yang terluka ke luar Gaza untuk diobati di Indonesia," ungkapnya dilansir Kompas.com

Pengamat Geopolitik Timur Tengah, Smith Al Haidar mengingatkan perlunya memahami konflik Israel-Palestina secara komprehensif. Ia mempertanyakan keputusan  membawa warga Palestina ke Indonesia benar-benar membantu atau malah sebaliknya.

"Menurut saya, jika kita melakukan itu, kita terlibat dalam memuluskan agenda Israel dan AS," ujarnya.

Israel saat ini tengah menyiapkan serangan untuk menguasai wilayah Gaza seluruhnya namun dunia internasional menentangnya.

"Tentu tujuan Netanyahu untuk menundukkan Gaza secara permanen," kata Haidar.

Ia menilai niat Prabowo membantu warga Palestina bagian dari upaya politik untuk membujuk Donald Trump menyelesaikan permasalahan ekonomi Indonesia dan AS.

"Beberapa waktu lalu sudah tercapai kesepakatan tarif 19 persen ternyata detailnya belum banyak diketahui dan poin-poin banyak merugikan," jelasnya.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa relokasi warga Palestina ke Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Menurutnya, perlu ada kerangka kerja multirateral yang jelas dan terstruktur untuk dapat merealisasikannya.

"Sekali lagi harus ada framework multilateral ya. Saya mohon, mohon Pak Presiden jangan berhenti, walau tidak tahu gimana caranya,” tegasnya.

Selain itu, relokasi tersebut harus melibatkan banyak negara, terutama negara-negara yang tergabung dalam forum International Criminal Court atau ICC.   

Sebelumnya, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa kemerdekaan Palestina harus terus didukung, dengan tetap menjaga kedaulatan dan martabat warga Palestina. 

“Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya tanpa henti, apa pun cara yang bisa ditempuh untuk menolong Palestina ini. Kalau memang evakuasi atau relokasi itu visible dengan sejumlah syarat,” ujarnya Gus Yahya dikutip dari laman resmi NU Online. 

“Kan ini bukan cuma soal mindahin orang, ini kan soal kalau orangnya dievakuasi wilayahnya diapakan? Siapa yang tanggung jawab? Bagaimana jaminan bahwa mereka bisa balik lagi?” tambahnya. 

Ia menyampaikan bahwa melalui kerja sama multilateral antarnegara merupakan langkah penting dalam mendukung kemerdekaan negara Palestina.  

“Saya berharap, pemerintah Indonesia bisa melakukan lebih dan tidak terputus dalam upaya menolong Palestina ini, apa pun caranya, dan bahwa memerlukan upaya-upaya multilateral secara objektif, tanpa kerangka multirateral itu tidak mungkin dan membangun kerangka multirateral itu juga tidak mudah, tapi upaya harus dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan alasan Pulau Galang disiapkan sebagai lokasi perawatan.

"Kemarin Presiden menyebut Pulau Galang, kita juga lagi sedang lihat. Karena waktu itu kan pernah dipakai untuk tempat perawatan Covid," kata Sugiono di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025).

Sugiono menyebut pemerintah juga mempunyai alternatif lain yang bakal jadi pusat perawatan.

"Dalam rangka persiapan itu kita juga menyiapkan alternatif-alternatif lokasi di mana kita bisa menampung dan merawat mereka," tandasnya.

Pulau Galang merupakan salah satu pulau yang lokasinya berada di bawah wilayah pemerintahan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau tersebut memiliki luas kurang lebih 80 km persegi. Secara administratif, Pulau Galang termasuk dalam Kecamatan Galang. 

Di  pulau tersebut terdapat fasilitas Rumah Sakit. Sebelumnya difungsikan untuk lokasi penanganan Covid-19. Selain itu, tersedia pula tempat ibadah, sekolah, dan barak pengungsian. Penempatan di Pulau Galang juga berarti memisahkan pengungsi dari penduduk lokal.

Rumah sakit khusus Corona didirikan di Pulau Galang pada tahun 2020. Fasilitas kesehatan ini di antaranya ada yang dibangun di bekas kamp pengungsi Pulau Galang.

Pulau Galang juga pernah digunakan menjadi tempat pengungsian bagi pengungsi Vietnam dan Kamboja (1979). Saat itu, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto memutuskan menampung para pengungsi Vietnam yang melarikan diri akibat situasi politik di negaranya. Selain itu, Pulau Galang juga pernah menjadi tempat transit bagi bekas serdadu Jepang yang sudah dilucuti untuk menunggu kapal ke Jepang (1946).


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo