Dark
Light
Dark
Light

Balas Serangan AS-Israel, IRGC Iran Kirim Rudal ke Kapal Induk dan Pangkalan Militer AS

Balas Serangan AS-Israel, IRGC Iran Kirim Rudal ke Kapal Induk dan Pangkalan Militer AS

Arina.id - Iran terus membalas serangan apapun dari pasukan AS-Israel. Kamis, 2 April 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan empat rudal Ghadr ke kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah pangkalan militer Paman Sam.

Namun belum ada penjelasan apakah rudal tersebut mengenai sasaran atau tidak. Dikutip dari Sputnik , selain mengirim rudal ke Kapal Induk AS, IRGC juga melancarkan serangan rudal balistik ke pertemuan rahasia para pekerja penerbangan dan pilot pesawat tempur AS di dekat pangkalan Uni Emirat Arab (UEA).

Kemudian sistem pertahanan udara IRGC juga melaporkan penembakan jatuh sebuah "jet tempur utama musuh" yang jatuh di antara Pulau Qeshm dan Hengam di Teluk Persia.

Selain itu, rudal Iran juga berhasil menghancurkan fasilitas baja AS di Uni Emirat Arab (UEA) dan pabrik peleburan aluminium di Bahrai. Hal ini disampaikan juru bicara markas besar pusat komando militer Iran, Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari.

“Sasaran dari gelombang serangan ini adalah fasilitas baja AS yang terletak di Abu Dhabi, fasilitas produksi aluminium AS di Bahrain, dan fasilitas industri militer dari produsen senjata Israel, Rafael,” kata Zolfaghari seperti dikutip oleh stasiun televisi IRIB.

Menurut dia, serangan lain dilakukan terhadap pangkalan militer AS di dekat Manama di Bahrain, kemudian tiga serangan lagi masing-masing ke pangkalan angkatan udara Israel: yaitu Tel Nof, Palmahim, dan Ben Gurion.

Sehari sebelumnya, Rabu 1 April 2026, Iran juga menembakkan 10 rudal balistik ke Israel Tengah. Serangan balasan Teheran ini disebut-sebut paling besar sejak awal perang pada 28 Februari 2026 lalu. Demikian diberitakan media Israel. 

Middle East Monitor melaporkan, sirene berbunyi di seluruh Israel tengah saat rudal-rudal tersebut terdeteksi. Tim penyelamat juga segera menanggapi laporan dampak di beberapa daerah, yang kemungkinan disebabkan oleh jatuhnya bom puing-puing. 

Satu rudal dilaporkan membawa “hulu ledak kluster,” yang menyebarkan bom-bom kecil di wilayah tersebut. Harian Yedioth Ahronoth, media Israel, menambahkan bahwa warga mendengar ledakan di seluruh Israel tengah, sementara sirene diaktifkan di Tel Aviv, Shephelah, dan daerah sekitarnya. 

Peluncuran tambahan kemudian melaporkan terjadi di Israel tengah, utara, dan wilayah Yerusalem. Namun seperti biasanya, media-media Israel tidak akan melaporkan berapa jumlah korban jiwa akibat serangan Iran tersebut.

Iran menyerang wilayah Israel dan sejumlah sasaran aset militer AS di Timur Tengah sebagai balasan terhadap operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Hari pertama aksi militer gabungan tersebut menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sementara sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan itu mencapai lebih dari 1.200 orang.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo