Dark
Light
Dark
Light

BMKG Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Bantu Kurangi Polusi Udara

BMKG Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Bantu Kurangi Polusi Udara

Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta pada 21–25 Oktober 2026. Operasi ini bertujuan membantu menurunkan polusi udara yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan (event) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, OMC merupakan bagian dari penguatan sinergi antara BMKG dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, serta pemantauan dan pengendalian pencemaran udara. Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan serta penanganan persoalan lingkungan perkotaan.

“Terkhusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara,” ungkap Faisal di Jakarta, Sabtu (24/10/2026) diolah dari rilis BMKG.

Saat ini, masyarakat semakin mudah mengakses pemantauan dan analisis kualitas udara melalui aplikasi JAKI. Informasi yang tersedia mencakup kondisi terkini partikel polutan PM2.5 serta prediksi kualitas udara hingga tiga hari ke depan.

Ke depan, penguatan sistem peringatan dini kualitas udara diupayakan dapat mendukung komunikasi risiko dan mendorong aksi dini masyarakat, terutama kelompok rentan.

Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, pelaksanaan OMC harus berlandaskan kajian meteorologis, kondisi atmosfer, serta kebutuhan operasional. Melalui intervensi awan untuk memicu hujan, OMC diharapkan dapat membantu mendukung upaya mitigasi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

“Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar. Upaya ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi lingkungan yang lebih nyaman di tengah kondisi suhu panas,” tutur Seto.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menambahkan, kondisi atmosfer lokal yang lembap disertai massa udara konvektif selama periode penyemaian awan mendukung terjadinya hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Hingga 23 Oktober 2026, penyemaian awan telah dilakukan dengan menaburkan 4.000 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl) dalam empat sorti penerbangan.

“Pada Jumat (23/10), telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10.000—11.000 kaki (3.048—3.352,8 meter). Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor; sedangkan penerbangan sorti kedua berfokuskan pada penyemaian di area Bogor,” papar Budi.

Penyemaian awan tersebut menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SNH. Pusat komando operasi berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Berdasarkan pemantauan citra radar BMKG dan laporan visual pada sore hingga malam hari setelah penyemaian awan, hujan terpantau terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

BMKG menegaskan, OMC merupakan salah satu instrumen pendukung mitigasi dan tidak menggantikan upaya pengendalian pencemaran udara yang bersumber dari emisi maupun langkah-langkah pengelolaan lingkungan lainnya.

Oleh karena itu, sinergi antarlembaga serta pemanfaatan informasi cuaca dan kualitas udara tetap menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan tangguh.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo