Dark
Light
Dark
Light

Rusia Was-was Serangan AS Terhadap Kapal Venezuela yang Tewaskan 4 Orang Bakal Meluas

Rusia Was-was Serangan AS Terhadap Kapal Venezuela yang Tewaskan 4 Orang Bakal Meluas

Arina.id -  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan mitranya dari Venezuela, Yvan Gil, telah mengadakan percakapan telepon merespons situasi di Laut Karibia pada Jumat, 03 Oktober 2025 lalu, Ketika kapal perang Amerika Serikat (AS) menyerang kapal Venezuela hingga menewaskan 4 orang.

Rusia--sekutu dekat Venezuela--menyatakan keprihatinan serius tentang tindakan serdadu negeri Paman Sam itu. Demikian disampaikan Lavrov, seperti dilaporkan Sputnik hari ini, Senin 06 Oktober 2025.

"Kedua Menteri (Rusia-Venezuela) menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan Washington yang semakin meningkat di Laut Karibia, yang penuh dengan konsekuensi luas bagi seluruh kawasan," bunyi pernyataan tersebut.

Rusia mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh militer AS pada Jumat, 3 Oktober terhadap sebuah kapal di perairan internasional di lepas pantai Venezuela.

Sebelumnya, Menteri Perang AS Pete Hegseth, mengatakan AS telah melakukan serangan terhadap kapal yang diduga sebagai kapal penyelundup narkoba di wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS di lepas pantai Venezuela, yang mengakibatkan tewasnya empat teroris narkoba.

Bukan provokasi pertama

Sebelum insiden penyerangan kapal, AS juga memprovokasi dengan mengerahkan jet tempurnya ke langit Venezuela, hingga menyebabkan negara-negara sekutu Rusia di kawasan Amerika Latin meradang. Salah satunya Bolivia.

Bolivia menyebut serangan jet tempur AS ke wilayah udara Venezuela sebagai provokasi yang mengancam stabilitas regional. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri negara itu.

Kementerian Luar Negeri Bolivia dengan tegas menolak dan mengutuk invasi [ke wilayah udara] oleh jet tempur AS di lepas pantai Venezuela. Tindakan ini merupakan ancaman serius terhadap kedaulatannya, melanggar hukum internasional dan Konvensi Chicago tentang Penerbangan Sipil Internasional. 

"Tindakan ilegal dan provokatif ini merupakan respons terhadap kepentingan hegemonik yang ingin menguasai sumber daya alam Karibia, yang membahayakan stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan tersebut," demikian pernyataan tersebut.

Kementerian tersebut mengatakan Bolivia menegaskan kembali komitmennya terhadap perdamaian dan dialog dan menuntut diakhirinya segera tindakan-tindakan ini, yang mengancam kehidupan dan perdamaian jutaan orang di Amerika Latin dan Karibia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu mendeteksi lima pesawat tempur di wilayah udaranya, yang menurutnya mungkin F-35.

Pada 19 Agustus, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap menggunakan "setiap elemen kekuatan Amerika" untuk memerangi perdagangan narkoba, tanpa mengesampingkan kemungkinan operasi militer di Venezuela. 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan bahwa Washington mengerahkan lebih dari 4.000 marinir dan pelaut ke perairan lepas Amerika Latin dan Karibia untuk melawan kartel narkoba.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo