Arina.id ~ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf didaulat memberi Orasi Kebudayaan sekaligus membuka secara resmi forum Muktamar Pemikiran NU 2023 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (1/12/2023) malam.
Sebelum menyampaikan orasi ilmiah, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini menjajal panggung podiumnya dengan menyebut beberapa jajaran pengurus pusat NU yang hadir, termasuk Direktur PTKI Ahmad Zainul Hamdi yang mewakili pihak Kementerian Agama.
Di momen awal pidato, Gus Yahya mengaku dilematis ketika diminta untuk menyampaikan gagasan sekaligus membuka forum ini. Penyebabnya adalah acara ini diinisiasi dan diketuai oleh Ulil Absar Abdallah, yang tak lain adalah menantu KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).
“Pak Ulil ini sepupu saya. Jadi bagian dari dinasti saya di PBNU,” ujar Gus Yahya yang langsung disambut tawa ratusan hadirin.
Belum reda gelak tawa hadirin, Gus Yahya lalu menyebut bahwa dari segi waktu kurang tepat lantaran mendekati pelaksanaan Pilpres. Meskipun dia mengakui Muktamar Pemikiran ini cukup penting namun risikonya tetap tinggi, terlebih ada tim pemenangan yang bakal menjadi pembicara.
“Saya lihat ada pembicaranya Savic Ali segala macam, itu kan tim pemenangan, bahaya itu,” katanya yang kembali disambut tawa.
Tidak sampai berhenti di situ, Gus Yahya lalu menjelaskan bahwa sekarang ini posisi Savic Ali sebagai Ketua PBNU sedang dicutikan secara paksa setelah dirinya masuk tim pemenangan salah satu capres/cawapres.
Gus Yahya menegaskan bahwa keharusan cuti atau mundur berlaku bagi pengurus yang secara resmi menjadi bagian dari tim sukses capres-cawapres, sementara yang mendukung secara pribadi tidak terkena keharusan tersebut.
“Saya akan awasi dengan saksama, kalau ada artikulasi-artikulasi dari kegiatan ini yang dengan cara apa pun bisa ditafsirkan menguntungkan atau merugikan salah satu kompetitor, ini harus diselidiki!” kata Gus Yahya dengan nada bercanda.
Tidak berselang lama Ketum PBNU turun dari panggung, Savic Ali melalui akun facebooknya langsung mengunggah potongan video Gus Yahya. Video pendek berdurasi 2:04 menit dengan mencantumkan caption ketawa itu pun langsung direspons banyak akun, diantaranya Muhammad Noer.
“Sumpah saya senang sekali menjadi bagian dari keluarga besar NU kalau sudah seperti ini. Gayeng tiada tara,” tulisnya.
“Bahaya itu…..Hahahahahaa,” komentar akun Hasan Baskoro Qusairy.
Editor: Muhammad Faizin


