Dark
Light
Dark
Light

Nasabah Bank Diminta Waspadai Modus Penipuan File APK Jelang Lebaran 2026

Nasabah Bank Diminta Waspadai Modus Penipuan File APK Jelang Lebaran 2026

Arina.id - Bagi pemilik mobile banking, perhatikan peringatan yang disampaikan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini. Terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 2026, ketika transaksi digital sedang tinggi-tingginya.

BRI mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan rekeningnya, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal, seperti undangan digital dan lampiran file APK.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal.

Menurut dia, pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. "Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman," kata Saladin, seperti dikutip dari Antara, Senin 16 Maret 2026

Modus penipuan kerap diawali pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu, dengan narasi meyakinkan dan lampiran file APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, serta dokumen lain yang dikemas seolah informasi penting.

Ketika korban mengunduh dan memasangnya, file tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya (malware) yang dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Aplikasi APK dari sumber tidak terpercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna, sehingga membuka ruang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.

Saladin menjelaskan, pola kejahatan digital terus berkembang dan menuntut penguatan kewaspadaan bersama. Ia menambahkan, perseroan juga terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman.

"Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten," kata Saladin.

BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain.

Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau "verifikasi" data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti two-factor authentication (2FA) juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang.

Selanjutnya, nasabah dapat segera mengubah username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung, serta melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal.

Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim apabila pesan terindikasi penipuan, dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI 1500017.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo