Jakarta, Arina.id—Serangan kembali menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Ahad (11/10/2026)
Sejumlah jemaah umroh menjadi korban dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi. Serangan tersebut mengakibatkan sebanyak 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Menurut Inside the Haramain, akun yang melaporkan perkembangan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, jemaah dan pengunjung kedua masjid suci itu termasuk di antara korban serangan.
Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.
Dua dokter juga mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak beribadah ke Makkah terluka saat menunggu giliran naik pesawat di bandara tersebut.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi korban meninggal merupakan warga negara Pakistan. Sementara itu, para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Serangan terbaru tersebut juga menyebabkan kerusakan material yang masih dalam proses penilaian oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara pada Ahad sore hingga memicu kebakaran.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyalahkan kelompok Houthi di Yaman atas serangan tersebut. Koalisi juga berjanji akan memberikan tanggapan tegas dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.
Di tengah situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyatakan belum menerima laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam serangan di bandara tersebut.
“Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.
KBRI Riyadh menyatakan akan terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.
Berdasarkan data per Desember 2025, jumlah WNI yang berada di Arab Saudi tercatat sebanyak 361.147 orang.
Serangan berulang tersebut mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi juga memperpanjang penutupan bandara setelah serangan sebelumnya pada Sabtu (10/10/2026).
Editor: Suci


