Dark
Light
Dark
Light

Tahun Baru 2026 IHSG Bergerak Menguat Seiring Optimisme Pasar

Tahun Baru 2026 IHSG Bergerak Menguat Seiring Optimisme Pasar

Antara.id - Tahun baru ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Jumat, 02 Januari 2026. Penguatan tersebut seiring dengan optimisme pelaku pasar menyambut tahun baru.

Pada perdagangan Rabu 31 Desember 2025, akhir tahun kemarin, bursa saham Eropa ditutup variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,77 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,09 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,57 persen, serta indeks CAC melemah 0,23 persen.

Sementara bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen ditutup di level 48.063,79, indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.845,51, indeks Nasdaq Composite melemah 0,84 persen ditutup di level 25.249,85.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,37 persen ke 50.339,50, indeks Shanghai menguat atau 0,01 persen ke 3.968,42, indeks Hang Seng menguat 1,67 persen ke 26.048,50, dan indeks Strait Times menguat 0,22 persen ke 4.656,29.

Adapun untuk hari ini, IHSG dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.676,74. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,89 poin atau 0,22 persen ke posisi 848,46.

"Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8.680-8.725," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara hari ini.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis hari ini, Jumat, di antaranya Indeks S&P Global Manufacturing PMI bulan Desember yang diperkirakan akan sedikit membaik di level 53,6 dari sebelumnya di level 53,3 pada November 2025.

Kemudian, neraca perdagangan bulan November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar 2,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari surplus 2,4 miliar dolar AS pada Oktober 2025.

Selain itu, data inflasi bulan Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2,5 persen (year-on-year/yoy) dari 2,72 persen (yoy) pada November 2025.

Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian perang tarif yang masih berpotensi berlanjut, kebijakan moneter The Fed selanjutnya, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa wilayah negara.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo