Dark
Light
Dark
Light

Puncak Hunter's Moon, saat Bulan Purnama 10 Persen Lebih Besar, Dapat Disaksikan Kamis Malam dari Seluruh Indonesia

Puncak Hunter's Moon, saat Bulan Purnama 10 Persen Lebih Besar, Dapat Disaksikan Kamis Malam dari Seluruh Indonesia

Jakarta, Arina.id – Masyarakat Indonesia sedang ramai membicarakan fenomena Hunter's Moon atau bulan purnama penuh.

Hunter's Moon adalah sebutan untuk fenomena bulan purnama yang terjadi di bulan Oktober. Bulan Purnama ini mengorbit lebih dekat ke bumi daripada bulan purnama lainnya di tahun ini, sehingga menjadikannya salah satu dari empat Supermoon 2024.

"Bulan purnama ini juga akan menjadi Supermoon karena terjadi sehari setelah bulan mencapai titik perigee, yakni titik pada orbitnya yang sedikit elips ketika berada paling dekat dengan Bumi," demikian keterangan yang dilansir dari situs Space.

Supermoon terjadi ketika bulan purnama berada dekat dengan titik perigee (titik terdekat dengan bumi). Selama fenomena Supermoon terjadi, yakni seperti pada tanggal 17 Oktober 2024, maka bulan saat bulan purnama Hunter's Moon akan tampak sekitar 10 persen lebih besar daripada bulan purnama pada umumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa fenomena Hunter's Moon ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Fenomena ini tidak diprediksi menimbulkan bahaya atau dampak negatif bagi masyarakat.

Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin di Jakarta, Rabu (16/10/2024) malam, mengatakan bahwa berdasarkan tabel periodik bulan tahunan waktu universal fenomena Hunter's Moon tersebut diperkirakan berlangsung pada tanggal 16, 17 dan 18 Oktober 2024.

Pengamatan Tim Tanda Waktu BMKG, puncak bukan purnama itu dengan dengan fase penuh akan jatuh pada 17 Oktober 2024. Untuk wilayah Indonesia bagian barat diperkirakan bulan akan terbit pada pukul 17.39 WIB dan terbenam pukul 05.03 WIB.

Pada tanggal 16 Oktober 2024 bulan berada pada waxing bungkuk atau bagian bulan yang gelap berbentuk sabit dan sebagian besar permukaan bulan akan terang.

Kemudian sebaliknya pada 18 Oktober 2024 bulan berada pada fase bungkuk memudar atau bagian bulan yang terang akan berkurang dari 99 persen menjadi 50 persen.

"Pada puncaknya itu ukuran bulan akan lebih besar karena memiliki jarak terdekat dengan bumi pada tahun 2024 ini. Bulan akan terlihat di wilayah Indonesia, kecuali kondisi cuaca hujan," kata Syrojudin dilansir dari Antara, Kamis (17/10/2024).

Tidak bahaya namun berpengaruh ke pasang surut air laut
Syrojudin menyatakan fenomena Hunter's Moon tersebut tidak berbahaya sehingga dapat disaksikan oleh manusia dengan mata telanjang.

Akan tetapi, saat terjadi bulan purnama membawa pengaruh pada pasang surut air laut. Oleh karena itu masyarakat khususnya yang berada di kawasan pesisir, harus memperhatikan hal ini.

Sebagai informasi, Tim Meteorologi BMKG memprakirakan pada 17 Oktober 2025 hanya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang cerah, dan Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang cerah sedikit berkabut.

Adapun kondisi cuaca di kota-kota besar lainnya diperkirakan berawan hingga hujan intensitas ringan, sedang, deras dan bahkan berpotensi hujan disertai dengan petir.

Dengan kondisi cuaca yang baik, bulan ini akan terlihat jelas di langit Indonesia. Namun, masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama jika terjadi hujan, yang dapat menghalangi pengamatan bulan.

Menikmati keindahan alam
Melihat fenomena Hunter's Moon yang terjadi pada bulan Oktober 2024 ini, banyak masyarakat yang mungkin penasaran dan ingin menyaksikan serta mengamati keindahan bulan purnama. 

Kegiatan ini dapat menjadi kesempatan baik untuk melakukan aktivitas luar ruangan yang aman dan menyenangkan.

Sebelum menyaksikan fenomena ini, penting bagi masyarakat agar selalu memeriksa prakiraan cuaca dari BMKG untuk bisa mendapatkan pengalaman menyaksikan bulan secara maksimal.

Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk menikmati keindahan langit malam sambil tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi alam sekitar.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo