Dark
Light
Dark
Light

Menag Sebut Agama Seperti Nuklir, Berjasa Tapi Juga Bisa Jadi Pemusnah Manusia

Menag Sebut Agama Seperti Nuklir, Berjasa Tapi Juga Bisa Jadi Pemusnah Manusia

Tangerang, Arina.id - Kalau Karl Marx menyebut agama itu seperti opium ( Die Religion ... ist das Opium des Volkes ), maka Menteri Agama Nasaruddin Umar punya istilah lain, bahwa agama seperti nuklir. Agama memiliki jasa tapi sekaligus berbahaya.

Ia juga memisalkan nuklir sebagai tenaga pembangkit listrik yang paling murah sehingga sejumlah negara memilih menggunakannya daripada minyak atau batubara.

"Listriknya murah. Nuklir (Agama) sangat berjasa," katanya dalam Forum Silaturahim Nasional Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan di Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (6/8/2025).

Namun di sisi lain, katanya, nuklir juga sangat membahayakan dan bisa menjadi alat penghancur yang dahsyat. "Nuklir sangat berjasa. Tapi Nuklir juga lahir yang sangat menghancurkan. Pemusnah kemanusiaan," katanya.

Menag mengajak seluruh Silatnas FKUB untuk menjadikan agama sebagai rumah ibadahnya bukan sekedar tempat beribadah, namun juga rumah kemanusiaan. Mari kita jadikan rumah ibadah sebagai rumah kemanusiaan. Kemanusiaan hanya satu gak ada warnanya, katanya.

Menurut dia, kemanusiaan-kesamaan sebagai manusia dan warga negara, bahkan bagian dari alam semesta. “Yang diperlukan kita sama-sama bangsa Indonesia, anak manusia, anak cucu Adam, berkebudayaan maritim, lahir dari proses sejarah yang panjang. Kita dipersatukan ini semua,” lanjut Menag.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menyampaikan bahwa semakin dalam orang yang memahmi agama masing-masing, maka pasti lebih mudah menemukan titik temu antara satu agama dengan yang lain.

“Kalau umat kita masih menekankan perbedaan, itu menandakan pemahamannya terhadap pemahaman umat kita,” ujarnya.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo