Dark
Light
Dark
Light

7 Buku Best Seller tentang Gus Dur yang Layak Dikoleksi

7 Buku Best Seller tentang Gus Dur yang Layak Dikoleksi

Arina.id - KH Abdurrahman Wahid Ad Dakhil (Gus Dur) bukan hanya dikenang sebagai Presiden keempat Republik Indonesia, tetapi juga sebagai pemikir, budayawan, dan pejuang kemanusiaan yang gagasannya melampaui zaman.

Pemikiran Gus Dur tentang demokrasi, pluralisme, hak asasi manusia, dan Islam yang toleran terus hidup dan relevan hingga hari ini. Tak heran jika sosoknya terus dibaca, dibicarakan, dan ditafsirkan ulang melalui berbagai diskusi.

Jejak intelektual dan kemanusiaan Gus Dur tidak hanya terdokumentasi dalam pidato atau kebijakan politik, tetapi juga dalam tulisan-tulisan, esai, serta buku yang ditulis langsung olehnya maupun oleh orang-orang yang meneliti dan menyertainya. 

Buku-buku tentang Gus Dur hadir dari beragam sudut pandang mulai dari biografi, refleksi pemikiran keislaman, hingga kesaksian personal yang memperkaya cara publik memahami warisan pemikirannya.

Berikut ini tujuh buku best seller tentang Gus Dur yang layak dikoleksi, baik untuk pembaca pemula maupun yang ingin memperdalam buah pemikiran dan perjalanan hidup Bapak Pluralisme Indonesia tersebut.

1. Biografi Gus Dur

Buku Biografi Gus Dur ditulis oleh Greg Barton, akademisi asal Australia yang lama meneliti Islam dan politik di Indonesia. Buku ini mengulas kehidupan Abdurrahman Wahid sejak latar belakang keluarga, pendidikan, aktivitas intelektual, hingga kiprahnya di panggung politik nasional.

Greg Barton menyusun biografi ini berdasarkan riset mendalam, wawancara, serta pengamatan langsung terhadap Gus Dur. Ia menggambarkan Gus Dur sebagai tokoh yang memiliki pemikiran luas, gaya kepemimpinan unik, serta keberanian dalam memperjuangkan nilai demokrasi dan pluralisme.

Buku ini kerap dijadikan rujukan akademik dan sejarah karena kelengkapan data serta pendekatan penulisan yang sistematis. Biografi Gus Dur dianggap sebagai salah satu karya paling otoritatif untuk memahami sosok Gus Dur secara utuh.

2. Menjerat Gus Dur

Penghujung tahun 2019 jagat publik Indonesia digegerkan dengan terbitnya satu buku fenomenal Menjerat Gus Dur karya anak muda bernama Virdika Rizky Utama. Buku  tersebut mengungkap fakta-fakta sejarah yang otentik tentang konspirasi politik yang dalam proses pemakzulan Gus Dur dari tampuk kursi Presiden RI.

Melalui penelusuran peristiwa politik, buku ini menguraikan relasi antara presiden, DPR, dan elite politik pada awal era Reformasi. Penulis menyoroti bagaimana situasi politik yang belum stabil memengaruhi jalannya pemerintahan Gus Dur.

3. Islamku, Islam Anda, Islam Kita

Buku Islamku, Islam Anda, Islam Kita merupakan kumpulan esai karya Gus Dur sendiri. Buku ini memuat pandangan Gus Dur mengenai Islam, negara, demokrasi, dan kehidupan sosial di Indonesia yang majemuk.

Buku ini menyoroti pentingnya kebajikan bersama untuk mengatasi konflik intra-agama dan membangun pemahaman keagamaan yang berorientasi pada perdamaian, sebuah gagasan yang sangat relevan dengan semangat NU (Nahdlatul Ulama).

Islamku, Islam Anda, Islam Kita hingga kini masih menjadi rujukan utama dalam diskursus Islam moderat di Indonesia. Buku ini memperlihatkan secara langsung cara berpikir Gus Dur dalam memadukan nilai keislaman dan kebangsaan.

4. Bukti-Bukti Gus Dur Wali

Buku Bukti-Bukti Gus Dur Wali ditulis oleh Mukafi Niam dan Syaifullah Amin. Buku yang membahas pandangan spiritual masyarakat terhadap sosok Gus Dur. Buku ini memuat kisah, kesaksian, dan pengalaman religius dari orang-orang yang mengenal Gus Dur secara personal.

Pendekatan buku ini bersifat naratif dan kultural, dengan menampilkan cerita-cerita yang berkembang di lingkungan pesantren dan masyarakat Nahdlatul Ulama. Penulis tidak menempatkan buku ini sebagai kajian akademik, melainkan sebagai dokumentasi pandangan keagamaan.

Buku ini menunjukkan bahwa Gus Dur tidak hanya dipandang sebagai tokoh politik dan intelektual, tetapi juga sebagai figur spiritual oleh sebagian masyarakat. Bukti-Bukti Gus Dur Wali menjadi bagian dari khazanah literatur kultural tentang Gus Dur.

5. Hari-hari Terakhir Gus Dur di Istana Rakyat

Buku Hari-hari Terakhir Gus Dur di Istana Rakyat ditulis oleh jurnalis Andreas Harsono. Buku ini mengulas situasi politik dan peristiwa menjelang berakhirnya masa kepresidenan Gus Dur.

Andreas Harsono merekam dinamika hubungan Gus Dur dengan parlemen, tekanan politik yang muncul, serta suasana pemerintahan pada saat krisis politik berlangsung. Buku ini disusun berdasarkan laporan jurnalistik dan pengamatan langsung terhadap peristiwa.

Buku ini mengulas pelantikan Kapolri, Rapat Paripurna MPR, hingga "Dekrit" Presiden, dibahas secara mendalam dari kacamata jurnalisme, termasuk membahas kecepatan liputan, pemilihan narasumber, dan akurasi berita.

6. The Wisdom of Gus Dur

The Wisdom of Gus Dur merupakan buku yang menghimpun pemikiran dan kutipan-kutipan Abdurrahman Wahid tentang kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian. Buku ini disusun untuk memperkenalkan nilai-nilai universal Gus Dur kepada pembaca yang lebih luas.

Isi buku menampilkan gagasan Gus Dur tentang penghormatan terhadap martabat manusia, kebebasan beragama, serta pentingnya dialog antarbudaya. Kutipan-kutipan tersebut diambil dari berbagai tulisan dan pernyataan Gus Dur.

Buku ini banyak dibaca sebagai bacaan reflektif dan inspiratif. The Wisdom of Gus Dur menegaskan bahwa pemikiran Gus Dur memiliki relevansi lintas zaman dan lintas budaya.

7. Tuhan Tidak Perlu Dibela

Buku Tuhan Tidak Perlu Dibela merupakan kumpulan esai dan tulisan Gus Dur yang membahas relasi antara agama, negara, dan kemanusiaan. Dalam buku ini, Gus Dur mengkritik keras penggunaan agama sebagai alat pembenaran kekerasan, diskriminasi, dan penindasan atas nama kebenaran absolut.

Tulisan lengkap mengenai gagasan ini pertama kali dipublikasikan sebagai artikel di majalah Tempo pada tahun 1982.

Tuhan Tidak Perlu Dibela sering dianggap sebagai salah satu karya paling penting Gus Dur dalam wacana pluralisme dan kebebasan beragama di Indonesia. Hingga kini, buku ini tetap relevan dan banyak dirujuk dalam diskusi tentang toleransi, radikalisme, dan peran agama di ruang publik.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo