Jakarta, Arina.id - Silakan dihujat tulisan ini, tapi faktanya performa Manchester United (MU) memang buruk di musim kompetisi 2024-2025. Statistik pertandingan The Red Devile (Setan Merah)--julukan MU--secara keseluruhan dalam kompetisi domestik English Premier League (EPL) bikin kepala para fansnya nyut-nyutan.
Peringkat klub di klasemen menggelongsor mendekati dasar jurang, peringkat 13 dari 20 klub. Diikutip dari footystats.org, statistik pertandingan MU juga diberi predikat buruk di musim kali ini. Bayangkan, dari 17 pertandingan hanya membukukan kemenangan 35%. Secara rata-rata score mencetak golnya hanya 1.24, sementara kebobolan 1.29 gol per pertandingan.
Artinya, 41% laga yang dilakoni setan merah selalu berakhir dengan kebobolan, walaupun juga mencetak gol. Bandingkan dengan performa tiga klub pemuncak klasemen EPL saat ini: Liverpool, Chelsea dan Arsenal.
Dari total keseluruhan pertandingan, score kemenangan Liverpool bisa mencapai 75%, Chelsea 59% dan Arsenal 53%. Bahkan dibanding klub-klub kecil lain yang sejarah dan tradisi kemenangan tidak seperti MU, nasib klub yang bermarkas di Old Traffort itu bisa dibilang jauh lebih sial. Nottingham Forest saja sekor kemenangannya 53%, sementara Bournemouth 47%.
Meskipun demikian, masih ada 27 pertandingan lagi di depan mata bagi MU. Peluang memperbaikin performa tim juga masih terbuka lebar. Hal ini yang kemudian membuat pelatih baru MU Ruben Amorim optimistis jika periode buruk yang dialami timnya akan segera berakhir. Syaratnya, seluruh tim harus tetap teguh berpegang kepada ide yang tengah diperjuangkan.
"Jauh lebih mudah untuk menyampaikan ide ketika Anda menang, mencetak gol, dan tidak kebobolan. Namun merupakan suatu kehormatan besar untuk berada di sini, jadi kami harus melanjutkannya sekarang," ungkap Amorim, dikutip dari official website MU, Senin (23/12/2024).
"Tidak ada hal buruk yang bertahan selamanya dan tidak ada hal baik yang bertahan selamanya, jadi kami harus melanjutkannya lagi dan menjadi sangat kuat dalam ide kami, terutama di saat-saat buruk. Kami akan melakukannya dan mencoba memenangkan pertandingan berikutnya," sambungnya.
Diketahui semenjak menangani Manchester United, Ruben Amorim belum berhasil membuat The Red Devils menunjukkan konsistensi dan sempat beberapa kali menelan kekalahan. Terbaru, Setan Merah dibantai Bournemouth dengan sekor mencolok 0-3.
Pada pertandingan tersebut Manchester United takluk akibat gol Bournemouth yang dicetak oleh Dean Huijsen, Justin Kluivert serta Antoine Semenyo. Sementara Amorim tetap menggunakan sistem permainan yang ingin ia terapkan yaitu formasi 3-4-2-1.
Mengenai hasil ini, Amorim menilai Bournemouth mampu mencetak gol di momen tepat, sedangkan di sisi lain MU tidak bisa memberikan perlawanan sepadan, sehingga kondisi tersebut membuat para pemain di lapangan tertekan dan dilanda kecemasan akut.
"Ini adalah momen yang sangat sulit bagi klub kami. Anda bisa merasakannya di setiap pertandingan dan terutama di kandang. Dua gol, seperti melawan Tottenham, sangat cepat, jadi Anda ingin merespons tetapi Anda tidak bisa melakukannya karena Anda kebobolan gol lagi, dan kemudian kami tertekan hingga akhir pertandingan," kata Amorim.
Editor: Muhammad Taufiq


