Jakarta, Arina.id—Isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali mencuat setelah pemerintah menyampaikan rencana penyesuaian tarif pada tahun 2026 mendatang. Kenaikan ini akan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta kondisi fiskal negara.
Rencana kenaikan tarif ini tertuang dalam Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2026.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut penyesuaian iuran diperlukan demi menjamin keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selama ini menjadi tumpuan jutaan warga Indonesia.
"Kebijakan ini bukan semata soal angka iuran, tetapi bagaimana menjaga keseimbangan tanggung jawab antara peserta, pemerintah pusat, dan daerah agar program bisa terus berjalan," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/8/2025).
Pemerintah juga menekan likuiditas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Sejumlah opsi pembiayaan kreatif, seperti supply chain financing dan instrumen pendanaan lainnya, tengah dipersiapkan. Kebijakan ini diperkirakan berimplikasi besar terhadap APBN.
Dalam Rancangan APBN 2026, besaran iuran yang akan berlaku adalah:
Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)
PBI sebelumnya Rp42.000 per bulan kini naik menjadi: Rp57.250 per bulan. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp66,5 triliun untuk membiayai 96,8 juta peserta PBI.
Kemudian, peserta Mandiri Kelas III dikena iuran Rp57.250 per peserta hanya membayar Rp53.050 karena mendapat subsidi Rp4.200. Sebelumnya, subsidi Rp7.000 per orang.
Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)
Untuk PPU belum ada perubahan. Tarif yang berlaku masih Kelas I: Rp150.000 per bulan
Kelas II: Rp100.000 per bulan
Kelas III: Rp42.000 dengan subsidi Rp7.000, peserta bayar Rp35.000.
Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Mickael Bobby Hoelman mengatakan usulan tersebut sedang dikaji oleh tim lintas kementerian/lembaga.
"Terkait penyesuaian nilai kontribusi atau premi masih dikaji oleh Tim Pokja Aktuaria yang beranggotakan lintas kementerian/lembaga," kata Mickael dilansir Bisnis.com
Editor: Kendi Setiawan


