Arina.id - Sebanyak 13 orang dilaporkan tewas akibat serangan pesawat militer Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Kota Sanaa Yaman. Serangan terjadi beberapa kali dalam sehari di dekat pangkalan militer pejuang Houthi tersebut, Sabtu (15/03/2025).
Seperti dilaporkan sejumlah media di kawasan Arab, negeri Paman Sam memang menyasar fasilitas militer kelompok Houthi. Serangan jet tempur besar-besaran dilakukan sebagai respons sejumlah teror penyerangan Houthi terhadap kapal-kapal Eropa dan Amerika di perairan Yaman.
Tiga rudal menghantam fasilitas milik Houthi di kawasan Al-Jraf, dekat gedung stasiun TV milik negara di Sanaa. Hal dilaporkan penyiar Al-Hadath Saudi Arabia. Data awal menunjukkan fasilitas itu hancur total, menurut laporan tersebut.
Selain itu, dikutip dari ANTARA, jet-jet tempur AS dilaporkan juga menyasar sebuah institut teknik, departemen polisi militer, dan sebuah bengkel di Yaman tengah, menurut RIA Novosti yang mengutip seorang sumber di negara itu.
Pasukan AS melancarkan delapan serangan udara di provinsi Al Bayda, termasuk kamp Al Qusayr yang terkait dengan kelompok Houthi di wilayah Rada'a dan sebuah institut teknik di wilayah Al Quraishyah, kata sang sumber.
Dikatakan pula bahwa jet-jet tempur AS melancarkan dua serangan di provinsi Dhamar, yang menyasar departemen polisi militer dan sebuah bengkel di bagian timur Kota Dhamar.
Sebelumnya, otoritas kesehatan kelompok Houthi mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara AS di ibu kota Yaman, Sanaa, bertambah menjadi 13 orang.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk "melancarkan aksi militer yang tegas dan kuat terhadap teroris Houthi di Yaman."
Di Truth Social, dia mengatakan bahwa pasukan AS tengah melancarkan serangan udara terhadap "pangkalan teroris, pemimpin mereka, dan pertahanan rudal mereka" untuk kepentingan AS dan memulihkan kebebasan navigasi.
"Tak ada kekuatan teroris yang akan menghentikan kapal komersial dan angkatan laut Amerika untuk berlayar bebas di Perairan Dunia," tulis Trump di platform media sosial miliknya itu.
Dia juga menyerukan kepada Iran untuk "segera" menghentikan dukungannya terhadap Houthi, karena jika tidak, AS akan menuntutnya untuk "bertanggung jawab sepenuhnya."
Pada awal Maret, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS telah menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris asing.
Editor: Muhammad Taufiq


