Jakarta, Arina.id — Seruan boikot terhadap Israel di Piala Dunia 2026 semakin meluas setelah Komisi Penyelidikan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza.
Spanyol yang berstatus tim nomor satu dunia juga mengancam bakal mundur dari turnamen jika Israel tetap diloloskan ke putaran final.
Menteri Spanyol Pedro Sanchez meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mempertimbangkan apakah etis bagi Israel terus berpartisipasi dalam kompetisi internasional.
"Mengapa mengusir Rusia setelah invasi Ukraina dan tidak mengusir Israel setelah invasi Gaza? Sampai kebiadaban berakhir, baik Rusia maupun Israel tidak boleh berada di kompetisi internasional mana pun," ujar Pedro dikutip dari InsideFutbol.
Desakan untuk memberikan sanksi kepada Israel kini juga tengah didorong oleh Qatar selaku salah satu sponsor utama UEFA. Qatar dilaporkan tengah melobi Komite Eksekutif UEFA agar dilakukannya pemungutan suara terkait keputusan sanksi bagi Israel sebagai imbas dari bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.
Pengamat sepak bola Tommy Welly atau akrab disapa Bung Towel mengatakan ini tantangan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) dan FIFA.
"Ini bola panas ada di FIFA dan UEFA sekarang. Buat saya ini situasi yang memang harus dihadapi oleh FIFA dan harus muncul keputusan," kata Bung Towel dikutip tvOne, Jumat 26 September 2025.
Towel menjelaskan bahwa salah satu visi misi FIFA adalah promote the game worldwide (mempromosikan permainan secara global) dengan menghadirkan pertunjukan olahraga terbaik di dunia.
Sepak bola juga memiliki kekuatan sebagai alat yang sangat berpengaruh (a powerful tool) untuk memberikan dampak positif bagi dunia. "Ini yang sebetulnya menjadi tantangan," kata Towel.
Ia mencontohkan sejumlah nilai inti (core values) yang digaungkan FIFA, antara lain transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), integritas (integrity), solidaritas (solidarity), keadilan (justice), dan demokrasi (democracy).
"Di sini ada faktor justice (keadilan) yang akan menjadi pertanyaan ketika berbicara soal boikot baik di Olimpiade maupun Piala Dunia dalam berbagai bentuknya," ujarnya.
Komisi Penyelidik PBB telah menyatakan Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. PBB menilai Israel telah memenuhi empat dari lima kriteria tindakan yang dikategorikan hukum internasional sebagai genosida.
Tercatat, sudah 65 ribu warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Oktober 2023. Gempuran dari Israel tak pernah berhenti.
Editor: Muhammad Taufiq


