Arina.id - Saif al-Islam Gaddafi, anak mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dikabarkan tewas ditembak sejumlah orang di rumahnya di Kota Zintan, sekitar 136 kilometer barat daya Ibu Kota Libya Tripoli. Kematian ini dikabarkan pejabat dan dilaporkan sejumlah media setempat.
Salah satu yang mengunggah kabar kematian Saif Gaddafi adalah Khaled al-Zaidi, pengacara Saif Gaddafi dan penasihat politiknya, Abdulla Othman. Dua orang dekat Saif Gaddafi ini mengumumkan kematian pria berusia 53 tahun tersebut melalui unggahan media sosial Facebook Selasa kemarin, 2 Februari 2026, tanpa memberikan rincian detail penyebab kematian anak dari presiden yang dilengserkan pada 2011 silam itu.
Kantor Berita Libya Fawasel, mengutip Othman mengatakan orang-orang bersenjata membunuh Gaddafi di rumahnya di Kota Zintan. Tim politik Gaddafi kemudian mengeluarkan pernyataan, "empat pria bertopeng" menyerbu rumahnya dan membunuhnya. Mereka menyebut para pembunuh tersebut tak ubahnya "pengecut berbahaya".
Dikutip dari Aljazeera, pernyataan juga mengunkapkan kalau Saif Gadddafi terlibat bentrok lebih dahulu dengan para penyerang, yang menutup kamera keamanan di rumah dan berupaya keras menyembunyikan jejak kejahatan keji mereka.
Khaled al-Mishri, Mantan Kepala Dewan Tinggi Negara yang berbasis di Tripoli, sekaligus badan pemerintah yang diakui secara internasional, melalui Facebook juga menyerukan penyelidikan darurat dan transparan atas pembunuhan yang terjadi.
Gaddafi tidak pernah memiliki jabatan resmi di Libya, tapi dianggap sebagai pewaris kuat ayahnya dari tahun 2000 sampai 2011, ketika Muammar Gaddafi dibunuh oleh pasukan oposisi Libya yang mengakhiri pemerintahannya selama berpuluh-puluh tahun.
Saif al-Islam Gaddafi ditangkap dan dipenjara di Zintan pada 2011 setelah mencoba melarikan diri dari negara Afrika Utara ketika oposisi mengambil alih Tripoli. Dia dibebaskan pada 2017 sebagai bagian dari pengampunan umum dan telah tinggal di Zintan sejak itu.
Lahir bulan Juni 1972 di Tripoli, Saif al-Islam Gaddafi adalah anak kedua dari penguasa lama Libya. Ia berpendidikan dan berpandangan ala Barat, Gaddafi memperlihatkan wajah progresif kepada pemerintah yang menindas ayahnya.
Saif Gaddafi juga memainkan peran penting dalam upaya memperbaiki hubungan Libya dengan Barat yang dimulai pada awal 2000-an. Keluarga Gaddafi di Libya mengalami nasib tragis setelah revolusi besar-besaran terjadi pada 2011.
Dalam revolusi itu, Gaddafi berusaha melarikan diri namun dikejar oleh rakyatnya. Ia ditemukan bersembunyi di gorong-gorong, ditangkap, dipermalukan dengan ditelanjangi, dianiaya, hingga akhirnya tewas di tangan para pemberontak.
Editor: Muhammad Taufiq


