Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat lokal, gelombang tinggi, dan banjir pesisir pada Minggu (11/10/2026).
Meskipun cuaca kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, kondisi atmosfer berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah.
Prakirawan BMKG Miftah Ali menjelaskan, sirkulasi siklonik atau pusaran angin terpantau di Laut Andaman, Laut China Selatan, dan perairan barat Filipina.
"Kondisi tersebut membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin di perairan barat Aceh, Laut Natuna, Laut China Selatan, sekitar Laut Sulu, serta di sekitar pusat sirkulasi siklonik," kata Miftah Ali dalam tayangan informasi cuaca yang berlaku untuk Minggu (11/10/2026).
Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai awan hujan di Sumatera bagian utara hingga tengah, Samudra Hindia bagian barat Sumatera, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Kalimantan bagian utara, Papua bagian tengah hingga utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
"Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat diimbau untuk mengikuti informasi terbaru dari pihak bandara dan maskapai penerbangan," lanjut Miftah.
Prakiraan Hujan di Sejumlah Wilayah
Di Pulau Sumatera, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Medan. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Bandar Lampung.
Adapun kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Tanjung Pinang, Palembang, dan Pangkal Pinang.
Di Pulau Jawa, hujan ringan berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, dan Semarang. Sementara itu, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, dan Kupang diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal hingga cerah berawan. Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Denpasar.
"Di Kalimantan, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Palangkaraya, sedangkan hujan ringan berpotensi mengguyur Pontianak. Adapun Samarinda dan Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur," terang Miftah.
Miftah juga mengingatkan masyarakat di Banjarmasin untuk mewaspadai suhu udara yang diprakirakan dapat mencapai 37 derajat Celsius.
Di Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Palu dan Mamuju. Sementara itu, Gorontalo, Manado, Kendari, dan Makassar diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.
Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Jayapura dan Jayawijaya, sedangkan Merauke diprakirakan berawan. Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Sorong, Ambon, Manokwari, dan Nabire. Adapun Ternate berpotensi mengalami kondisi udara kabur atau berasap.
Gelombang Tinggi hingga Banjir Pesisir
BMKG juga mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.
Selain gelombang tinggi, masyarakat di wilayah pesisir diminta memperhatikan kondisi pasang air laut karena berpotensi memicu banjir pesisir atau rob.
Potensi banjir pesisir tersebut meliputi wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Maluku.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal. Masyarakat juga diminta mengantisipasi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca.
"Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dan peringatan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG," tutup Miftah Ali.
Editor: Kendi Setiawan


