Dark
Light
Dark
Light

3 Nilai yang Dibawa pada KKN Mahasiswa UIN Tulungagung 2025

3 Nilai yang Dibawa pada KKN Mahasiswa UIN Tulungagung 2025

Tulungagung, Arina.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung secara resmi melepas 4.580 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahun 2025. KKN tersebut dilaksanakan di 12 kecamatan yang mencakup wilayah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek. Pelepasan dihadiri oleh seluruh peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh jajaran pimpinan. 

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tetap menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah efisiensi anggaran. Rektor Prof Abd Azizi menyampaikan bahwa KKN merupakan agenda yang sangat penting dalam upaya menangani tiga krisis besar yang sekarang dialami oleh masyarakat, krisis spiritual, sosial dan lingkungan.

Rektor menyampaikan tiga hal penting yang harus menjadi pedoman mahasiswa selama melaksanakan KKN, yaitu nilai-nilai spiritual, ekososial, dan ekoteologi. Tiga nilai ini menurut Rektor sebagai pilar utama yang mencerminkan identitas dan misi UIN Tulungagung sebagai kampus dakwah dan peradaban.

Nilai Spiritual
Rektor menekankan bahwa spiritualitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Kegiatan KKN bukan hanya kegiatan akademik, tetapi merupakan bagian dari perjalanan spiritual mahasiswa. Dalam konteks ini, mahasiswa diminta untuk tidak melupakan kewajiban-kewajiban dasar seperti shalat lima waktu.

"Jangan pernah meninggalkan sholat dan hal-hal yang diwajibkan kepada saudara, di manapun dan kapanpun kewajiban saudara harus dilakukan," tegas Rektor Rabu (2/7/2025).

Rektor secara tegas meminta kepada seluruh dosen pembimbing lapangan untuk aktif mengingatkan mahasiswa agar selalu menunaikan ibadah shalat wajib lima waktu. Hal tersebut dilakukan dalam rangka penguatan spiritualitas.

Di tengah krisis spiritualitas, mahasiswa UIN SATU Tulungagung harus memberikan contoh bagi masyarakat, serta aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksnakan di lokasi-lokasi KKN masing-masing.

"Kalian sudah digembleng ilmu agama selama perkuliahan, makan jadilah teladan di tengah-tengah masyarakat," tegas Rektor.

Nilai Sosial
Hal kedua yang disampaikan Rektor adalah pentingnya penyadaran pada masyarakat dalam menggunakan media sosial, yang oleh Rektor disebut dengan ekososial.

Rektor berpesan pada seluruh peserta untuk selalu KKN bijak dalam bermedia sosial. Media sosial disebutnya seperti dua sisi mata uang, dia bisa sangat bermanfaat, tapi bisa menjadi sangat berbahaya di tangan orang yang bertanggung jawab.

"Baik atau buruk, apa pun yang diunggah di media soial bisa memberikan dampak yang sangat besar, maka bijaklah dalam menggunakannya," terang Rektor. 

Dalam pandangan Rektor UIN SATU Tulungagung, ekososial berarti memahami bahwa ruang digital adalah bagian dari ruang sosial, dan mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi informasi sebagai media informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Ekotelogi
Nilai ketiga yang ditekankan adalah ekoteologi, yaitu pendekatan religius dalam menjaga dan merawat lingkungan.

Rektor menyampaikan bahwa tantangan ekologi semakin besar di tengah ancaman perubahan iklim, kerusakan alam, dan bencana yang marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah sekitar Tulungagung dan Trenggalek. Ekotelogi inilah yang menjadi tema besar KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tahun 2025.

Rektor meminta mahasiswa untuk menyadarkan pada masyarakat tentang betapa penting dan berharganya lingkungan. Ia mengimbau mahasiswa untuk selalu berinteraksi, berkolaborasi dan berinovasi untuk membuat desa ramah lingkungan. Mahasiswa harus bisa menjaga lingkungan masing-masing.

Rektor berharap mahasiswa mampu merubah paradigma yang bukan hanya kearifan lokal, tapi bisa mengubahnya menjadi kearifan lingkungan.

"Tidak ada gunanya kita kaya, pintar dan sehat, kalau kemudian alam marah kepada kita. Banyak banjir, banyak longsor di sekitar kita, maka butuh penguatan kesadaran utama terhadap kalian dan masyarakat yang ada di lingkungan desa KKN masing-masing," ucap Rektor tegas.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN diminta untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

"Tanggung jawab menjaga alam adalah bagian dari amanah kita sebagai khalifah di bumi. Itu adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan bukti nyata keimanan kita," ujarnya.

Sebagai bagian dari arah kebijakan nasional, KKN UIN SATU Tulungagung 2025 ini juga selaras dengan program strategis Kementerian Agama RI tentang Ekoteologi Islam. Program ini mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran dan tindakan ekologis berbasis nilai-nilai agama.

Dengan menjadikan ekoteologi sebagai tema besar, UIN SATU Tulungagung menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan aksi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang berketuhanan, berilmu, dan berwawasan lingkungan.

KKN ini menjadi wahana penting bagi mahasiswa untuk merealisasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk pengabdian yang berorientasi pada transformasi sosial dan ekologis. 
 


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo