Jakarta, Arina.id — Cendekiawan Muslim Fahrudin Faiz menegaskan pentingnya relasi persahabatan yang setara dan saling memengaruhi dalam kehidupan manusia. Hal itu disampaikannya saat mengulas ajaran sufistik Jalaluddin Rumi tentang makna persahabatan.
Menurutnya, sahabat sejati memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang.
“Seorang sahabat itu mewarnai hidup kita, sebagaimana Tuhan mewarnai alam semesta. Gaya bicara, ekspresi, hingga pilihan hidup kita banyak dipengaruhi oleh sahabat,” ujar Fahruddin Faiz dalam tayangan video Channel Ngaji Filsafat diakses Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, dari sejumlah bait karya Rumi, terdapat empat nilai utama dalam persahabatan. Pertama adalah pemakluman atau kemampuan memahami kekurangan satu sama lain. Kedua, ketangguhan dalam menghadapi ujian bersama. Ketiga, kesediaan untuk berkorban. Dan keempat, persahabatan sebagai proses saling mewarnai kepribadian.
Lebih lanjut, Fahrudin Faiz menyoroti konsep kesetaraan dalam Islam yang menjadi fondasi relasi pertemanan. Ia mengutip pesan Rumi bahwa “tidak ada kerahiban dalam Islam”, yang dimaknai sebagai penegasan bahwa tidak ada hierarki antarmanusia.
“Dalam Islam semua manusia setara. Tidak boleh ada yang diposisikan lebih tinggi dari yang lain. Satu-satunya yang di atas makhluk adalah Khaliq. Jika ada makhluk ditempatkan di atas makhluk lain, itu berpotensi pada kemusyrikan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui peran ulama dan guru tetap penting karena jasa dan kontribusinya. Namun, hal itu tidak menjadikan mereka lebih tinggi secara esensial dibanding manusia lainnya.
Fahrudin Faiz menambahkan, relasi ideal dalam Islam adalah kebersamaan dan kasih sayang, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad yang menyebut orang-orang terdekatnya sebagai sahabat, bukan bawahan atau murid.
"Relasi persahabatan itu pertemuan dua jiwa yang setara. Kalau merasa lebih tinggi, justru akan membuat seseorang terasing dan kesepian,” ujarnya.
Editor: Kendi Setiawan


