Arina.id -- Steve Witkoff selaku utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membocorkan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sudah mengirim surat permintaan maaf atas insiden debat sengit kedua pemimpin negara di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington, tempo hari.
"Zelenskyy mengirim surat kepada Presiden (Donald Trump). Ia meminta maaf atas insiden yang terjadi di kantor (Gedung Putih). Saya rasa itu adalah langkah penting," ucap Steve Witkoff ketika wawancara dengan Fox News pada Senin (10/3/2025), seperti dikutip dari Antaranews.
“Banyak diskusi telah berlangsung antara tim kami, pihak Ukraina, serta para pemangku kepentingan dari Eropa yang terlibat dalam pembicaraan ini. Saya melihatnya sebagai sebuah kemajuan," imbuh Witkoff.
Presiden Donald Trump juga sempat menyinggung soal keberadaan surat Zelenskyy, ketika ia berpidato di hadapan anggota Kongres AS pada pekan lalu.
Sebelumnya, insiden debat sengit sempat terjadi antara Volodymyr Zelenskyy (Presiden Ukraina) dengan Donald Trump (Presiden AS) dan JD Vance (Wapres AS), ketika ketiganya membahas soal situasi Perang Rusia-Ukraina.
Pihak AS menghendaki agar perang tersebut segera bisa dihentikan dengan cara apapun, kendati kemungkinan besar bakal merugikan dari sisi Ukraina. Sebaliknya, Zelenskyy tak ingin buru-buru mencari kesepakatan dengan pihak Rusia, jika daya tawar Ukraina belum terlalu kuat.
Bahkan debat panas tersebut akhirnya turut menyebabkan batalnya penandatanganan perjanjian AS-Ukraina, soal pengelolaan mineral strategis di Ukraina. Pasalnya Zelenskyy lantas meninggalkan Gedung Putih lebih awal dari waktu yang seharusnya dijadwalkan.
Insiden di Gedung Putih soal Perang Rusia-Ukraina juga sempat membuat sedikit perbedaan pendapat antara AS dan para sekutu NATO di Eropa. Sebagian besar negara NATO tetap menyampaikan dukungannya kepada Ukraina.
Kini, usai manuver Zelenskyy yang bersedia meminta maaf kepada Trump. Layak ditunggu seperti apa langkah berikutnya yang bakal diambil AS terkait Perang Rusia-Ukraina.
Terlepas dari itu, Steve Witkoff berharap kesepakatan penting segera dapat dicapai ketika ia bertemu dengan perwakilan Ukraina di Arab Saudi.
Di lain pihak, Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa posisi Kiev dalam perundingan dengan AS di Arab Saudi, sepenuhnya akan konstruktif.
"Saya mengakui upaya Putra Mahkota (Arab Saudi) dalam mempercepat upaya perdamaian yang sejati. Arab Saudi menyediakan platform penting untuk diplomasi, dan kami menghargai ini," kata Zelenskyy melalui platform X.
Editor: A. Sentosa


