Dark
Light
Dark
Light

Giliran Spanyol Teriak Minta Embargo Senjata Israel untuk Hentikan Genosida di Gaza

Giliran Spanyol Teriak Minta Embargo Senjata Israel untuk Hentikan Genosida di Gaza

Arina.id - Sejumlah negara yang semula bersekutu dengan Israel, sekarang ini satu demi satu mulai berbalik arah menekan negeri Zionis itu agar menghentikan serangan ke Gaza Palestina. Kalau sebelumnya Inggris, Prancis dan Kanada, sekarang giliran Spanyol yang menekan Israel agar menghentikan perang.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, sampai menyerukan pemberlakuan embargo senjata terhadap Israel guna menghentikan operasi militer negara tersebut di Jalur Gaza. Hal ini disampaikan Albares di tengah pertemuan bersama Kelompok Madrid, Minggu 26 Mei 2025. Ia bahkan mendesak negara lain agar tidak menjual senjatanya ke Israel.

"Jika perang (di Gaza) tidak dihentikan, maka Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel, khususnya poin kedua yang menyangkut hak asasi manusia, harus segera dibatalkan. Kita perlu memberlakukan embargo senjata terhadap Israel. Kita tidak boleh mengizinkan penjualan senjata ke Israel," katanya.

Dikutip dari Sputnik, diplomat tertinggi Spanyol itu juga menyerukan peninjauan ulang terhadap daftar sanksi pribadi milik pemerintah Spanyol guna mencegah pihak-pihak yang tidak menginginkan perang berakhir dan berusaha menggagalkan upaya pembentukan negara Palestina. Albares melanjutkan, daftar hitam Spanyol saat ini hanya mencakup 13 pemukim radikal.

Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa mayoritas negara-negara anggota Uni Eropa mendukung peninjauan Perjanjian Asosiasi dengan Israel akibat tindakannya di Gaza.

Pada 16 Mei, angkatan bersenjata Israel (IDF) mengumumkan dimulainya serangan ke Jalur Gaza dalam operasi yang dinamakan Gideon's Chariots dengan tujuan untuk sepenuhnya menumpas gerakan Hamas.

Pekan lalu, kantor pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa pemerintah akan mengizinkan masuknya sejumlah makanan ke Gaza secara terbatas untuk mencegah kelaparan. Namun di sisi lain, Netanyahu bersumpah bakal membumihanguskan Gaza dengan tetap melakukan serangan ke jantung Gaza.

PBB memastikan bahwa sembilan truk bantuan telah berhasil masuk, dan menyebut pengiriman tersebut--yang pertama sejak awal Maret--sebagai setetes air di lautan. Gempuran Israel tersebut sempat memantik reaksi dari Inggris, Prancis dan Kanada.

Pada 18 Maret, Israel kembali menggempur Jalur Gaza setelah Hamas menolak rencana gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat dan berakhir pada 1 Maret. Pada awal Maret pula, Israel memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi di Gaza serta melarang masuknya truk bantuan kemanusiaan.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo