Dark
Light
Dark
Light

Yuran Fernandes Kena Sanksi 1 Tahun, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Berikan Respons Keras

Yuran Fernandes Kena Sanksi 1 Tahun, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Berikan Respons Keras

Arina.id. Yuran Fernandes, bek tengah sekaligus kapten tim PSM, kena sanksi Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berupa larangan bermain 1 tahun. 

Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) turut memberikan respons keras atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada Yuran Fernandes.

Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) memberikan pernyataan keras atas hukuman yang diberikan Komisi Disiplin PSSI kepada Yuran Fernandes, kapten PSM Makasar.  

Yuran sebelumnya sempat mengeluarkan kritik terhadap kualitas wasit di Liga 1 Indonesia hingga diunggah di akun media sosial pribadi.

Menurut Ketua umum PSTI, Ignatius Indro, sanksi yang diberikan Komdis PSSI turut menunjukan tindakan anti kritik tanpa melihat kondisi di lapangan.

"Ini jelas menunjukan PSSI organisasi anti kritik, karena seharusnya kritik yang disampaikan ditelaah penyebabnya. Karena kualitas wasit di Liga Indonesia memang masih memprihatinkan. Anehnya PSSI bukannya melihat dan memperbaiki kualitas wasit tapi malah menghukum berat pengkritik," ucap Ignatius Indro, dalam rilis yang diterima Arina.id.

Lebih lanjut, hukuman berupa larangan 12 bulan dan denda yang harus dibayarkan sang pemain seharusnya diberikan kepada pihak yang terlibat aksi suap dalam pertandingan.

Maka, Ignatius Indro selaku Ketua umum PSTI mendesak agar PSSI turut mengusut keputusan yang selama ini dinilai mencurigakan.

"Hukuman 12 bulan dan sejumlah biaya ini sangat keras terhadap seorang pemain yang melakukan kritik. Hukuman sekeras ini harusnya untuk orang-orang yang terlibat suap dalam pertandingan. oleh sebab itu PSSI harus menyelidiki keputusan-keputusan yang dirasa mencurigakan," ungkap Indro.

Ia melanjutkan bahwa hukuman yang diberikan kepada Yuran Fernandes menjadi simbol bahwa PSSI anti kritik. Ignatius Indro turut menyoroti sikap sejumlah anggota Exco PSSI yang dianggap terlalu emosional dalam menghadapi kritik yang dilayangkan kepada organisasi tersebut.

"Kejadian hukuman kepada Yuran ini semakin menunjukan kalau PSSI memang organisasi anti kritik, sebelumnya bagaimana penggunaan buzzer untuk menyerang orang-orang yang mengkritik kebijakan PSSI, ataupun tingkah beberapa exco PSSI yang emosional menanggapi kritik. Saya berharap PSSI jangan menjadi organisasi yang anti kritik, karena kritik seharusnya dapat dipakai untuk membangun sepak bola Indonesia," tegas Ignatius Indro.

Masalah ini berawal ketika Yuran Fernandes menyatakan rasa kecewa setelah PSM kalah 1-3 atas PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (3/5/2025).

Menurut pilar asing asal Tanjung Verde itu, wasit datang ke lapangan hanya untuk satu tujuan, yakni ingin membantu PSS. Ia menilai wasit tidak layak memimpin pertandingan Liga 1 hingga berharap segera menyelesaikan kariernya.

Unggahan yang bernada kritik itu akhirnya menuai kontroversi. Tidak bertahan dan hanya sehari kemudian, Yuran Fernandes menghapusnya sembari memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf via Instagram.

Kendati demikian, Komite Disiplin PSSI bersikeras tetap memberikan hukuman. Yuran Fernandes disanksi larangan beraktivitas di sepakbola Indonesia selama 12 bulan dan denda Rp25 Juta.


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo