Dark
Light
Dark
Light

Gernas Ayo Mondok Gelar Raker, Ingin Pesantren Bantu Ketahanan Pangan Nasional

Gernas Ayo Mondok Gelar Raker, Ingin Pesantren Bantu Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta, Arina.id – Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok akan menggelar Rapat Kerja ke-1 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, pada 17-18 September 2025 mendatang. Salah satu tema strategis yang akan dibahas dalam raker nanti adalah penguatan pangan di lingkungan pondok pesantren. 

Ketua Umum Gernas Ayo Mondok Kiai Luqman Al Hakim Harist Dimyathi, mengatakan tema ketahanan pangan ini penting untuk dibahas karena isu ini juga menjadi perhatian besar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Menurut Gus Luqman, panggilan akrabnya, isu ketahanan pangan di lingkungan pesantren bukanlah hal baru. Sebab, selama ini praktik ketahanan pangan telah dijalankan oleh para kiai, bu nyai, pengurus ataupun para santri.

"Jadi posisi Gerakan Nasional Ayo Mondok ini tidak dalam kerangka meminta jatah, namun justru kita ingin membantu pemerintah dengan meng-empowering para santri agar bisa meringkankan pemerintah dalam konteks penyediakna stok pangan nasional," ujar Gus Luqman di Jakarta, Minggu (7/9/2025).

Pimpinan Ponpes Tremas di Pacitan, Jawa Timur, ini menilai pesantren tidak bisa lepas dari kehidupan sosial yang melingkupinya. Dengan kesadaran ini, Gernas Ayo Mondok bertekad menempatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan sekaligus ruang pengabdian kepada masyarakat secara langsung. 

“Kita tidak ingin autis. Kita harus mengerti tentang kondisi kita seperti apa. Pesantren itu kan inklusif  dengan kehidupan masyarakat maka tidak boleh hampa dengan isu-isu di sekitarnya,” tandas Gus Luqman.

Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok Kiai M Zahrul Azhar As’ad menjelaskan, selain soal ketahanan pangan, Raker ke-1 Gernas Ayo Mondok rencananya juga akan merumuskan sejumlah rekomendasi baik ke internal organisasi maupun ke pemerintah. 

Langkah ini dilakukan agar Gernas Ayo Mondok semakin kuat secara kelembagaan sekaligus kehadirannya memberikan kemanfaatan yang besar kepada bangsa.

Menurut Gus Hans, panggilan akrabnya, pesantren adalah kekuatan besar bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan keislaman ini telah berdiri sebelum Indonesia lahir. Selama ini, mayoritas pesantren juga dikelola secara mandiri sehingga tidak membebani anggaran negara.

"Potensi ini harus direspons oleh pemerintah secara tepat dengan menempatkan pesantren sebagai pilar pendidikan yang kokoh untuk membangun peradaban bangsa. Dari pesantren, generasi bangsa dididik memiliki karakter, intelektualisme, profesionalisme sekaligus dibekali akhlakul karimah," terang Gus Hans.

Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur ini memaparkan, raker ini merupakan tindak lanjut dari Muhalaqah yang digelar di Solo, Mei 2025 lalu.  

Raker menjadi forum tepat untuk menyusun program kerja dari berbagai divisi seperti penguatan ideologi pesantren, dakwah, pendampingan dan advokasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan kebersihan lingkungan serta monitoring dan evaluasi. 

"Mari seluruh pengurus agar bisa hadir dalam raker ini karena diharapkan ada kontribusi pemikiran yang terbaik untuk kebaikan pesantren di Indonesia," ujar Gus Hans.

Raker ke-1 Gernas Ayo Mondok akan berlangsung di Ponpes Asshiddiqiyah, asuhan KH Ahmad Mahrus Iskandar, di Kedoya, Jakarta Barat. Pembukaan akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri sekitar 350 undangan dari berbagai kalangan. 

Guna menyemarakkan raker, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan lain seperti lomba video pendek dengan hadiah utama wisata ke Turki dan penanaman tanaman pangan di lingkungan pesantren secara nasional. 


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo