Dark
Light
Dark
Light

Fahruddin Faiz Bagikan Tips Menaklukkan Ketakutan untuk Meraih Kesuksesan

Fahruddin Faiz Bagikan Tips Menaklukkan Ketakutan untuk Meraih Kesuksesan

Jakarta, Arina.id—Akademisi dan filsuf Indonesia, Fahruddin Faiz, menegaskan bahwa keberanian merupakan salah satu kunci utama untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Menurutnya, ketakutan sering kali menjadi penghalang terbesar yang membuat seseorang ragu mengambil langkah dan akhirnya gagal mengembangkan potensinya.

Dalam kajian yang membahas pemikiran Alexander Agung (Alexander the Great), Fahruddin menjelaskan bahwa seseorang yang mampu mengalahkan rasa takut akan memiliki keteguhan dalam berpikir dan bertindak. Keteguhan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Setiap kali seseorang bebas dari rasa takut, ia menjadi tak terkalahkan. Orang yang tidak takut akan melangkah dengan mantap, tidak ragu-ragu, dan tidak bimbang dalam mengambil keputusan,” ujar Fahruddin Faiz dalam tayangan  Channel Ngaji Filsafat diakses Sabtu (13/6/2026).

Ia mencontohkan banyak orang yang sebenarnya memiliki keinginan untuk memulai usaha atau mewujudkan cita-cita tertentu, tetapi terhambat oleh berbagai kekhawatiran. Ketakutan akan kerugian, kegagalan, maupun persaingan sering kali membuat seseorang mengurungkan niat sebelum mencoba.

Menurut Faiz, kondisi tersebut justru membuat seseorang kalah sebelum bertanding. Karena itu, keberanian perlu dibangun agar seseorang mampu menghadapi risiko dan terus bergerak maju.

“Ketakutan itulah yang sering menaklukkan kita. Jika ingin berhasil, maka yang harus ditaklukkan terlebih dahulu adalah rasa takut itu sendiri,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya keberanian, Fahruddin juga mengangkat pesan Alexander Agung tentang cita-cita dan semangat hidup. Ia mengutip pernyataan Alexander yang menyebut bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang mau berusaha.

Menurutnya, banyak impian gagal terwujud bukan karena tidak mungkin dicapai, melainkan karena seseorang telah lebih dahulu membatasi dirinya dengan pikiran-pikiran negatif. Keraguan terhadap kemampuan diri sendiri sering menjadi penghalang terbesar dalam meraih tujuan.

“Kadang-kadang kita menginginkan sesuatu, tetapi keinginan itu kita rem sendiri karena merasa tidak mungkin. Padahal, jika sejak awal kita sudah menyatakan tidak mungkin, maka peluang untuk mewujudkannya memang akan semakin kecil,” ujarnya.

Fahruddin mengajak masyarakat untuk berani menetapkan cita-cita setinggi mungkin tanpa dibatasi oleh ketakutan maupun prasangka negatif terhadap masa depan. Baginya, usaha yang sungguh-sungguh merupakan jalan untuk mengubah sesuatu yang tampak mustahil menjadi kenyataan.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pandangan Alexander Agung mengenai makna kehidupan. Salah satu pernyataan yang menurutnya penting untuk direnungkan adalah ungkapan bahwa hidup singkat yang penuh kejayaan lebih bernilai dibanding usia panjang yang tidak memberikan manfaat.

Fahruddin menilai, ukuran keberhasilan hidup bukan terletak pada panjang atau pendeknya usia, melainkan pada manfaat dan kebaikan yang ditinggalkan seseorang. Umur panjang, katanya, tidak memiliki makna jika tidak digunakan untuk menghadirkan keberkahan bagi sesama.

“Yang lebih penting bukan panjang pendeknya umur, tetapi manfaat, maslahat, dan keberkahannya. Seseorang bisa hidup lebih abadi melalui kebaikan dan prestasi yang ditinggalkannya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jejak kebaikan akan membuat seseorang tetap dikenang meskipun telah tiada. Karena itu, setiap orang perlu menjadikan keberanian, kerja keras, dan kontribusi positif sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo