Dark
Light
Dark
Light

Pembukaan MTQ Nasional 2024, Keindahan Pertemuan Agama dan Budaya

Pembukaan MTQ Nasional 2024, Keindahan Pertemuan Agama dan Budaya

Samarinda, Arina.id — Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional tahun 2024 ini menjadi ajang bertemunya kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Hal ini menjadi bukti bahwa kebudayaan membuat agama semakin indah dan tidak perlu lagi dipertentangkan.

Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hal itu saat mengawali sambutannya saat acara pembukaan MTQ Nasional XXX di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (8/9/2024) malam.

Pihaknya mengatakan atas nama pribadi dan seluruh yang hadir, serta seluruh warga masyarakat Indonesia yang meyaksikan langsung acara ini, melahirkan kebahagiaan karena Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana berkenan hadir langsung.

"Bersama dengan kami menyaksikan pembukaan MTQ ini, dan meyaksikan bagaimana indahnya ketika agama dan budaya bertemu," ujar Menag.

Menag mengatakan akulturasi yang terjadi antara agama dan kebudayaan membuat agama semakin indah, sehingga tidak perlu lagi dipertentangkan. Menag Yaqut menyebut bahwa MTQ Nasional 2024 ini adalah jembatan persaudaraan bagi Indonesia. Menag Yaqut menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Kalimantan Timur yang telah mendukung MTQN XXX.

"Acara ini bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga melibatkan dukungan dan partisipasi dari saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan. Kehadiran saudara-saudara kita memperlihatkan betapa kokohnya ikatan kebangsaan kita, di mana perbedaan menjadi kekuatan dan keragaman menjadi anugerah," kata Menag.

Sementara Presiden Jokowi yang secara resmi membuka MTQ Nasional XXX ini menekankan pentingnya penyelenggaraan MTQ sebagai ajang untuk menguatkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Presiden mengapresiasi inovasi yang dilakukan panitia, terutama penggunaan teknologi digital. Jokowi berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat.

“Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, perdamaian, dan persatuan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,' tegas Jokowi."

Pembukaan MTQ Nasional XXX ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Acara pembukaan berlangsung meriah yang dimulai dari defile dari setiap kontingen perwakilan provinsi.

Pembukaan ini juga dimeriahkan dengan sajian istimewa berupa tarian kolosal yang menggambarkan sejarah penyebaran Islam, disertai teknologi digital hologram yang memukau para penonton. Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan artis nasional seperti Wali Band dan Putri Ariani.

MTQ Nasional XXX ini menjadi momen penting untuk memperkuat syiar Islam di Indonesia, serta ajang silaturahmi bagi umat Muslim dari seluruh penjuru tanah air.

Sehari sebelumnya, juga digelar Parade Pawai Ta’aruf, sebagai salah satu rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXX 2024. Pawai ini diikuti anak-anak usia sekolah, remaja, dan masyarakat umum.

Rute Pawai Ta’aruf dimulai dari Jalan Kusuma Bangsa, melintasi Jalan Agus Salim, kemudian melalui Jalan KH Abdurrasyid dan Jalan Awang Long, sebelum berakhir di Panggung Kehormatan di Jalan Gadjah Mada, tepat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Di awal pawai, diperkenalkan sejarah Kalimantan Timur sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke-30. Kota Samarinda sebelumnya pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada tahun 1976, dan di tahun 2024. Setelah 48 tahun, kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya.

Sanggar Seni Telabang kemudian menampilkan tari tradisional, diikuti Yayasan Borneo Etnika dengan tarian Rentak Bebaya. Acara berlanjut dengan karnaval kendaraan hias, yang masing-masing mengusung filosofi dari berbagai daerah dan diikuti oleh seluruh kafilah. Hiburan musik gambus turut memeriahkan acara.

Peserta Pawai Ta’aruf berasal dari berbagai provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Kalimantan Timur.

Selain itu, 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur turut berpartisipasi, yakni Balikpapan, Kutai Timur, Paser, Samarinda, Mahakam Ulu, Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Bontang.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo