Dark
Light
Dark
Light

Keberadaan Eks PM Thailand, Thaksin Shinawatra di Danantara Dinilai Turunkan Competitiveness Index

Keberadaan Eks PM Thailand, Thaksin Shinawatra di Danantara Dinilai Turunkan Competitiveness Index

Jakarta, Arina.id — Masuknya mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dalam jajaran Dewan Penasihat Danantara (Daya Anagata Nusantara) Indonesia menuai sorotan publik. Banyak pihak menilai rekam jejak Thaksin yang penuh kontroversi berisiko menimbulkan skeptis terhadap lembaga tersebut bahkan terhadap iklim ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto beralasan pemilihan Thaksin sebab memiliki jaringan dan pengalaman besar di bidang tersebut. "Dia punya jaringan besar, dia punya pengalaman besar dan dia bersedia tanpa dibayar," kata Prabowo ketika melakukan wawancara dengan enam jurnalis di kediaman di Hambalang, Jawa Barat.

Terkait masa lalunya yang penuh kontroversi, Prabowo menyebut Thaksin tokoh politik yang dikudeta artinya ada faktor. "Saya tidak mau terlibat dalam politik domestik itu," ucap Prabowo.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan banyak permasalahan politik dalam negeri Thailand yang akan menimbulkan kesan negatif terhadap Danantara. Terlebih proses di Danantara banyak menimbulkan pertanyaan seperti sisi imunitas dan sebagainya. 

"Ini sebenarnya berdampak pada peringkat competitiveness kita yang menurun, di mana penurunan paling banyak ada di world competitiveness index," kata Nailul kepada Arina.id, Sabtu (21/6/2025).

Nailul menyebut Indonesia saat ini mengalami penurunan tajam dalam indeks daya saing global, terutama pada indikator government efficiency dan business efficiency. Government efficiency turun dari peringkat 23 menjadi 34 dengan penurunan paling tinggi di sub institusional framework yang turun 26 peringkat. 

"Artinya ada yang salah dengan kebijakan-kebijakan terkait dengan competitiveness. Termasuk salah satunya proses pengelolaan di Danantara yang berpotensi menimbulkan ketidakefisiensian terhadap ekonomi kita," tuturnya.

Thaksin menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand sejak 2001, setelah menjabat selama lima tahun, sosok yang dianggap sebagai angin segar itu digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 2006.

Pada 2008, Pengadilan Thailand pernah menjatuhkan sanksi kepada Thaksin atas sejumlah perkara hukum. Tercatat, ia pernah terseret kasus Salam Shin Corp, sebuah perusahaan induk telekomunikasi yang menjadikannya salah satu orang terkaya di Thailand versi Forbes tahun 2001.

Selain itu, kasus penyalahgunaan kewenangan pinjaman Baik ekspor impor Thailand, belum juga diadili Thaksin keburu kabur ke Dubai, Uni Emirat Arab. Ia menjadi buronan otoritas Thailand hingga 17 tahun dan kembali ke Thailand pada 2023 lalu dan sempat meringkuk di penjara. 

la langsung ditahan dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, sebelum akhirnya mendapatkan grasi kerajaan yang mengurangi hukumannya menjadi satu tahun. Beberapa bulan kemudian, ia dibebaskan dengan alasan kesehatan

Meski dikenal sosok kontroversi, klan Thaksin berhasil ke ranah politik, putrinya Paetongtan Shinawatra berhasil menjabat Menteri Thailand sejak 2024 hingga saat ini.

Thaksin mendirikan partai Thai Raja Thai (TRT-Thais Love This) dengan slogan pemikiran baru, tindakan baru. Ia menjanjikan lebih banyak reformasi untuk melindungi kepentingan masyarakat miskin di pedesaan, memperkuat ekonomi yang terhambat oleh dampak krisis ekonomi yang melanda sejumlah wilayah Asia tahun 1997 dan memperluas demokrasi. 

Kemenangan telak Partai Thai Rak Thai yang dipimpinnya pada tahun 2005 memberinya kesempatan untuk menjabat kedua kalinya, namun masa jabatannya berakhir tiba-tiba setahun kemudian akibat kudeta Militer.

Ia dituding memberikan pinjaman sebesar 4 miliar bhat (sekitar Rp 1,9 triliun) kepada pemerintah Myanmar dengan bunga sangat rendah agar pemerintah Myanmar membeli produk dari perusahaan keluarganya.

Dikutip dari buku Thaksin: The Business of Politics in Thailand, ia merupakan keturunan pedagang Tionghoa yang menetap di Thailand sejak akhir abad ke-19, keluarga Shinawatra salah satu keluarga pengusaha terkemuka di Chiang Mai. Mereka hebat dalam bisnis dan politik.

Sejak pulang dari pendidikan di luar negeri ia diangkat menjadi sekretaris pribadi menteri kabinet. Tak lama ia kembali menjalani pendidikan di AS dan membawa ide-ide baru aplikasi bisnis pada teknologi komputer sehingga ia bisa menghasilkan satu miliar dolar dalam beberapa tahun.

Ia mengaku berlatar belakang keluarga sederhana yang tinggal di pedesaan, bangkit dengan beragam kisah sebagaimana dalam pidatonya yang disampaikan di Manila 2023. "Saya belajar tentang kerasnya kemiskinan di daerah pedesaan. Saya belajar tentang pentingnya mendapatkan imbalan dengan bekerja keras," kata Takhsin.

Dibalik pengakuannya itu, sebenarnya sudah relatif kaya sejak masa kecilnya. Kekayaan keluarga ini berawal dari bisnis sutra yang didirikan oleh leluhur mereka di wilayah utara Thailand pada awal abad ke-20. 

Tahun 1987, dalam usia 38 tahun, Thaksin yang berpangkat Mayor Polisi mengundurkan diri dari kepolisian. Selama 14 tahun berkarir di kepolisian, Thaksin mulai merambah berbagai bidang usaha seperti ritel sutra, bioskop, real estate, dan leasing komputer, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang beragam, sebelum akhirnya meraih kekayaan yang signifikan dalam ledakan teknologi pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Kekuatan elektoral dan keuangan yang dimiliki oleh keluarga Shinawatra menjadikan mereka pesaing yang tangguh bagi elit tradisional yang telah mendominasi lembaga-lembaga negara Thailand yang kuat sejak berakhirnya era monarki absolut pada tahun 1932.

Bangkok Post dalam artikel berjudul Thaksin among 'dream team' to advise sovereign fund Danantara menyebur Thaksin dikenal dengan kebijakan pro-rakyat yang berdampak besar pada perekonomian Thailand, terutama di pedesaan. Di bawah kepemimpinannya, Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand naik dari 4,9 triliun baht menjadi 7,1 triliun baht hanya dalam lima tahun.

Meskipun menuai kontroversi, Ketua Danantara Rose Roeslani meyakini bahwa masuknya sejumlah tokoh ternama termasuk Thaksin Shinawatra akan memberikan dampak positif. Ia menilai keberadaan mereka dapat membuka peluang investasi internasional yang lebih luas.

"Kehadiran tokoh-tokoh ini adalah sinyal positif bagi ekonomi Indonesia dan penciptaan lapangan kerja," ujar Rosan dalam acara pengangkatan resmi tim Danantara.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo