Dark
Light
Dark
Light

Begini Modus Penipuan Keuangan yang Selalu Naik Saban Ramadan sampai Lebaran

Begini Modus Penipuan Keuangan yang Selalu Naik Saban Ramadan sampai Lebaran

Jakarta, Arina.id - Informasi penting bagi masyarakat sebagai bentuk antisipasi meningkatnya kasus penipuan sektor keuangan setiap Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Ada beberapa modus penipuan menjadi catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang keluhan dan laporannya selalu meningkat setiap Ramadan hingga menjelang Lebaran. 

Seperti disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi. Modus penipuan keuangan bisa bermacam-macam jenisnya dan akan selalu ada modus baru dilakukan para penjahat keuangan tersebut.

Secara umum, perempuan yang akrab disapa Kiki itu menyebutkan paling banyak dilaporkan masyarakat antara lain pinjaman online ilegal, penawaran kerja paruh waktu, dan penawaran investasi ilegal. Kemudian penawaran transaksi online, fake call atau penipu yang mengaku sebagai pihak lain, penawaran hadiah dengan syarat membayar uang terlebih dahulu, hingga impersonation atau penyamaran dengan menirukan PUJK tertentu.

"Kalau kita melihat seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali peningkatan aduan-aduan terkait penipuan-penipuan aktivitas transaksi ilegal dan lain-lain," kata Kiki dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Bulanan (RDKB) Februari 2025 di Jakarta, Selasa 04 Maret 2024.

Data Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada periode jelang Lebaran tahun lalu, Kiki menyebut ada 1.530 laporan masyarakat pada Februari 2024 dan 1.998 laporan pada Maret 2024. Sedangkan data layanan pengaduan konsumen ke OJK pada minggu keempat Maret 2024 sampai pekan pertama April 2024 tercatat ada 1.007 pengaduan.

"Kalau dilihat dari data di atas, menunjukkan memang menjelang Lebaran selalu terjadi lonjakan laporan pengaduan ke Satgas PASTI. Namun untuk pengaduan konsumen ke OJK biasanya tidak mengalami perubahan yang signifikan," ujar Kiki.

"Kami tentu berharap masyarakat semakin waspada, semakin alert terhadap berbagai modus penipuan seperti itu. Sehingga walaupun mereka (penipu) terus ada, tapi masyarakat semakin berkurang yang terkena (menjadi korban) pada skema-skema penipuan tersebut yang banyak merugikan masyarakat,” kata Kiki.

Selain menerapkan sikap waspada, tidak mudah percaya, dan selalu verifikasi terlebih dahulu, Kiki mengingatkan bahwa yang paling utama yaitu menjaga kebiasaan individu untuk tidak terdorong pada perilaku impulsif seiring dengan euforia menjelang Lebaran.

Apabila masyarakat mendapatkan informasi yang meragukan atau ingin melakukan konfirmasi verifikasi terkait aktivitas keuangan tertentu, Kiki mempersilakan masyarakat menghubungi nomor telepon layanan konsumen OJK di 157 atau WhatsApp 081-157-157-157.

"Kalau misalnya sudah terjadi atau mengalami penipuan dan lain-lain, langsung segera laporkan kepada Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Karena kecepatan masyarakat dalam melaporkan ini akan sangat berpengaruh terhadap proses pemblokiran aliran dana yang kemudian lari kepada si fraudster," kata Kiki.

Sebagai informasi, pada periode Januari hingga 27 Februari 2025, Satgas PASTI telah menemukan dan menghentikan 587 entitas pinjaman online ilegal dan 209 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Di samping itu, IASC juga telah menerima 57.426 laporan masyarakat Sampai dengan 27 Februari 2025. Jumlah ini terdiri dari 38.862 laporan disampaikan oleh korban melalui PUSK (bank dan penyedia sistem pembayaran) yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem IASC, sedangkan 18.564 laporan langsung dilaporkan oleh korban ke dalam sistem IASC.

Adapun jumlah rekening dilaporkan sebanyak 64.219 dan jumlah rekening sudah diblokir sebanyak 28.568. Sejauh ini, total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp994,3 miliar dan total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp127 miliar.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo