Dark
Light
Dark
Light

Profil Atmakusumah Astraatmadja Ketua Dewan Pers Pertama

Profil Atmakusumah Astraatmadja Ketua Dewan Pers Pertama

Arina.id. Atmakusumah Astraatmadja merupakan Ketua Dewan Pers yang pertama. Ia pernah menjabat sejumlah posisi di dunia jurnalistik, termasuk aktif menjadi penyiar radio. 

Dewan Pers memang dibentuk pertama kali pada tahun 1968. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers. UU ditandatangani langsung oleh Presiden Soekarno pada 12 Desember 1966.

Menurut laman Dewanpers.or.id, Dewan Pers ketika itu mempunyai fungsi mendampingi pemerintah, bersama-sama membina pertumbuhan dan perkembangan pers nasional. Ketua Dewan Pers dijabat Menteri Penerangan.

Pada masa Orde Baru, kedudukan dan fungsi Dewan Pers tetap saja sama, yakni penasehat pemerintah. Selain itu, posisi Ketua Dewan Pers masih dipegang Menteri Penerangan. 

Memasuki masa reformasi, Presiden Bacharudin Jusuf Habibie mengeluarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Dewan Pers menjadi lebih independen. 

Selama pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, tidak ada wakil pemerintah di Dewan Pers. Berdasarkan UU Pers Pasal 15 ayat (3), anggota Dewan Pers akhirnya dipilih secara demokratis setiap tiga tahun sekali.

Mereka terdiri dari wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan, pimpinan perusahaan pers yang dipilih organisasi perusahaan pers, serta tokoh masyarakat, ahli di bidang pers dan atau komunikasi, dan bidang lain yang dipilih organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers.

Profil Atmakusumah Astraatmadja

Atmakusumah Astraatmadja dilahirkan pada tanggal 20 Oktober 1938 di Labuan, Banten. Atmakusumah adalah Ketua Dewan Pers independen yang pertama kali. Ia menjabat posisi tersebut sejak tahun 2000 hingga 2003.

Mengutip situs web Bung Hatta Anti-Corruption Award, Atmakusumah Astraatmadja juga pernah menjadi staf pengajar di Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS).

Sebelum menjabat Ketua Dewan Pers pertama, ia juga sempat dipercaya sebagai Direktur Eksekutif LPDS (1994 – 2002) dan Ketua Tim Ombudsman Kompas (2000 – 2003).

Jauh sebelumnya, Atmakusumah Astraatmadja aktif sebagai  informan specialist di US Information Service (1974 – 1992) serta redaktur di Harian Indonesia Raya (1968 – 1974).

Tak hanya itu, karier Atmakusumah Astraatmadja juga dihabiskan sebagai redaktur kantor berita Antara ditambah Persbiro Indonesia di Jakarta. 

Selain berkecimpung di dunia jurnalistik, Atmakusumah juga sempat menjadi penyiar di berbagai radio. Di antaranya Radio Australia (ABC) di Melbourne, Australia dan Deutsche Welle, Koeln, Jerman. Lalu tampil sebagai komentator urusan dalam negeri dan luar negeri di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. 

Prestasi Atmakusumah Astraatmadja bahkan diakui secara internasional. Berkat kariernya di bidang jurnalisme, sastra, dan seni komunikasi kreatif, ia dianugerahi penghargaan dari The Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina pada tahun 2000.

Tanggal 11 November 2023, sang wartawan senior itu menerima penghargaan Lifetime Achievement dalam Anugerah Dewan Pers (ADP) 2023. 

"Saya persembahkan penghargaan ini kepada senior-senior dan kawan-kawan saya yang telah mendahului saya," kata Atmakusumah, seperti dikutip situs web Dewan Pers. 

Yang cukup menarik, Dewan Juri ADP 2023 tidak menyertakan nomine lain karena kiprah Atmakusumah Astraatmadja di dunia pers nasional dan internasional dinilai tidak perlu diragukan lagi.


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo